Batman Begins - Horizontal Resize Welcome to the Al Barokah page, hopefully the information published can provide benefits. If there are errors in the delivery of content, the admin will accept all suggestions and criticism via the contact menu

05 December 2016

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA SMA



       I.            TEMA
Reaksi eksoterm dan endoterm

    II.            TUJUAN
Mengamati reaksi eksoterm dan endoterm

 III.            LANDASAN TEORI
Reaksi eksoterm adalah suatu reaksi yang melepaskan kalor, sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor.
Contoh reaksi eksoterm adalah gamping atau kapur tohor, CaO(s) dimasukan ke dalam air.
CaO(s) + H2O(l)                       Ca(OH)2(aq)

Reaksi di atas eksoterm, berarti sejumlah kalor yang berasal dari sistem lepas ke lingkungan. Kandungan kalor sistem menjadi berkurang.

Contoh reaksi endoterm adalah pelarutan amonium khlorida, NH4Cl.
NH4Cl(s) + H2O                       NH4Cl(aq)

Sistem menyerap sejumlah kalor dari lingkungan sekitar, sehingga jika wadah reaksi kita raba, terasa dingin. Hal ini menunjukkan bahwa kalor setelah reaksi lebih besar dibanding sebelum reaksi.
Contoh yang lebih sederhana dari perubahan fisis. Mungkin contoh ini dapat memberikan penjelasan lebih baik tentang terjadinya perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau sebaliknya. Air mendidih mengandung kalor lebih banyak dibandingkan dengan es. Bila jari disentuhkan ke dalam air mendidih, akan terasa panas. Rasa panas itu disebabkan oleh adanya perpindahan kalor dari air mendidih ke jari (eksoterm). Sebaliknya, jika jari menyentuh es, akan terasa dingin. Rasa dingin itu disebabkan oleh perpindahan kalor dari jari ke es (endoterm).
Apa yang sebenarnya terjadi dapat dinyatakan sebagai berikut: kalor berpindah dari benda yang bersuhu lebih rendah. Perpindahan kalor yang terjadi karena adanya perbedaan suhu. Bila dua benda yang berlainan suhu disentuhkan dan dibiarkan dalam keadaan demikian, lama-kelamaan kedua benda memiliki suhu yang sama. Keadaan itu dinamakan kesetimbangan termal. Jadi pada kesetimbangan termal tidak terjadi lagi perpindahan kalor dari benda satu ke benda lainnya.

Harga ∆H Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Pada suatu reaksi yang tergolong eksoterm, terdapat sejumlah kalor yang berpindah dari sistem ke lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa Hp lebih kecil dari Hr. Oleh karena itu ∆H bertanda negatif (-). Sebaliknya pada reaksi endoterm, Hp lebih besar dari Hr, karena ada sejumlah kalor yang diserap oleh sistem dengan demikian, maka pada reaksi endoterm ∆H bertanda positif (+).
 IV.            ALAT DAN BAHAN
4.1  Alat
4.1.1        Gelas kimia 3 buah
4.1.2        Silinder uur
4.1.3        Termometer
4.1.4        Sendok
4.1.5        Pengaduk
4.1.6        Tissu
4.1.7        Amplas
4.2  Bahan
4.2.1        Larutan HCL 1 M
4.2.2        2 cm Mg
4.2.3        20 cm3 air
4.2.4        Satu sendok urea
4.2.5        Satu sendok Ba(OH)2
4.2.6        Satu sendok NH4Cl

    V.            CARA KERJA
5.1  Sediakan 20 cm3 larutan HCl 1 M dalam gelas kimia 100 cm3, ukur suhunya! (t awal)
5.2  Masukkan 2 cm Mg yang sudah di amplas, amati dan catat suhunya. Catat suhu maksimumnya! (t akhir)
5.3  Sediakan 20 cm3 air dalam gelas kimia ukur suhunya! ( t awal)
5.4  Masukkan satu sendok urea, aduk dan amati suhunya. Catat suhu maksimumnya! (takhir)
5.5  Masukkan satu sendok Ba(OH)2 ukur suhunya, tambah satu sendok NH4Cl dilakukan pada tempat tertutup! Ukur suhunya


 VI.            HASIL DAN PEMBAHASAN
Reaksi
Tawal
Tcampuran
Jenia reaksi
Tanda entalpi
Mg(s) + HCl(s)
29 0C
31 0C
2 0C
Eksoterm
-
Air + urea
29 0C
22 0C
-7 0C
Endoterm
+
Ba(OH)2 + NH4Cl
29 0C
25 0C
-4 0C
Endoterm
+
1.1   Hasil
           


1.2  Pembahasan
Dari hasil percobaan suhu awal HCl adalah 29 0C. Kemudian ke dalam larutan HCL tersebut ditambahkan potongan pita Mg dan suhunya naik menjadi 31 0C.
Karena suhunya naik, artinya campuran tersebut mengalami reaksi eksoterm dan tanda entalpinya bernilai negativ (-).
Suhu awal air adalah 29 0C. Kemudian ke dalam air tersebut di tambahkan kristal urea dan suhunya turun menjadi 22 0C. Karena suhunya turun, artinya campuran tersebut mengalami reaksi endoterm dan tanda entalpinya bernilai positiv (+)
Suhu awal Ba(OH)2 adalah 29 0C. Kemudian kedalam Ba(OH)2 tersebut ditambahkan NH4Cl dan suhunya turun menjadi 25 0C. Karena suhunya turun, artinya campuran tersebut mengalami reaksi endoterm dan tanda entalpinya bernilai positiv (+)

VII.            KESIMPULAN
Dari  percobaan kami reaksi yang merupakan eksoterm adalah reaksi Mg(s) + HCl(s)  sedangkan untuk reaksi endoterm adalah reaksi air + urea dan Ba(OH)2 + NH4Cl
Jika suatu proses mengalami reaksi eksoterm maka entalpi sistemnya bernilai negatif (-)
Jika suatu proses mengalami reaksi endoterm maka entalpi sistemnya bernilai positif (+)

VIII.            JAWABAN PERTANYAAN
Pertanyaan

1.      Tentukan pada reaksi mana terjadi reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
2.      Bagaimana entalpi sistem, jika suatu proses mengalami reaksi eksoterm
3.      Bagaimana entalpi sistem, jika suatu proses mengalami reaksi endoterm
4.      Apa kesimpulan anda dari percobaan di atas?
5.      Buatlah diagram tingkat energi untuk reaksi eksoterm dan endoterm antara pereaksi dan hasil reaksi


Jawaban
1.      Dari  percobaan kami reaksi yang merupakan eksoterm adalah reaksi Mg(s) + HCl(s)  sedangkan untuk reaksi endoterm adalah reaksi air + urea dan Ba(OH)2 + NH4Cl
2.      Jika suatu proses mengalami reaksi eksoterm maka entalpi sistemnya bernilai negatif (-)
3.      Jika suatu proses mengalami reaksi endoterm maka entalpi sistemnya bernilai positif (+)
4.      Kesimpulan dari percobaan kami adalah reaksi Mg(s) + HCl(s)  merupakan reaksi eksoterm dan reaksi air + urea dan Ba(OH)2 + NH4Cl merupakan reaksi endoterm. Reaksi eksoterm adalah suatu reaksi yang melepaskan kalor atau menghasilkan energi. Suatu reaksi dikatakan reaksi eksoterm apabila suhu suatu sistem mengalami kenaikan (t akhir lebih besar daripada t awal) dan entalpi sistemnya bernilai negatif. Reaksi endoterm adalah suatu reaksi yang menyerap kalor atau memerlukan energi. Suatu reaksi dikatakan reaksi endoterm apabila suhu suatu sistem mengalami penurunan (t awal lebih besar daripada t akhir).
5.     
Mg(s) + HCl(aq)
Diagram tingkat energi untuk reaksi eksoterm dan endoterm antara pereaksi dan hasil reaksi
MgCl2 + H2

CO(NH2)(aq)
 




CO(NH2)(s) + H2O(l)
BaCl2 + 2NH4OH
Ba(OH)2 + 2NH4Cl
 

















 IX.            DAFTAR PUSTAKA
Susilowati, Endang.2014.Kimia 2A.Solo:Tiga Serangkai.
Austro-ALPHERATZ.html


PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI REAKSI


 










DISUSUN
2.      ALDINO WISNU PRABOWO
3.      ANDRI SAPUTRA
4.      BIMO EMARTINO YUDANTO
5.      CATUR ARI YANTO
6.      FARHAN NUR FIKRI
7.      ZAENAL MUKHLISIN






SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KOTAGAJAH
LAMPUNG TENGAH
2016
       I.            TEMA
Penentuan perubahan entalpi reaksi

    II.            TUJUAN
Menentukan perubahan entalpi reaksi antara reaksi larutan natrium hidroksida dan larutan asm klorida

 III.            LANDASAN TEORI
Entalpi adalah jumlah energi internal dari suatu sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk melakukan kerja. Entalpi tidak bisa diukur, yang bisa dihitung adalah nilai perubahannya.

Pada reaksi kimia, sistem dapat melepaskan atau menyerap kalor.  Reaksi kimia dengan sistem melepaskan kalor disebut reaksi eksoterm, sedangkan reaksi kimia dengan sistem menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Pada reaksi eksoterm, ∆H bernilai negatif yang harga mutlatknya sebesar kalor yang dilepaskan. Pada reaksi endoterm, ∆H reaksi berharga positif yang harga mutlaknya sebesar kalor yang diserap.

Untuk menentukan perubahan entalpi standar (∆H) dapat dilakukan dengan cara teoritis dan secara eksperimen. Apabila menentukan perubahan entalpi secara teoritis, maka akan  menerapkan Hukum Hess dan Energi Ikatan. Apabila menentukan perubahan entalpi secara eksperimen (kalorimetris), maka diperlukan suatu alat kalorimeter.

Untuk menentukan perubahan entalpi pada suatu reaksi kimia dapat dilakukan melalui:

Eksperimen (biasanya digunakan alat seperti Kalorimeter)

Kalor reaksi suatu reaksi kimia dapat kita tentukan secara eksperimen (percobaan) dengan menggunakan kalorimeter biasa atau kalorimeter bom.
Kalorimeter bom ialah kalorimeter biasa yang dilengkapi dengan tungku elektrode listrik untuk proses pembakaran.
Proses dalam kalorimeter adalah proses adiabatik, artinya tidak ada energi yang lepas atau masuk dari luar. Karena pengukuran ΔH selalu dilakukan pada tekanan tetap, maka reaksi yang berlangsung dalam kalorimeter tidak boleh mempengaruhi tekanan gas dalam ruang kalorimeter.







Berdasarkan penelitian, untuk menaikkan suhu 1 kg air sebesar 1oC diperlukan kalor sebesar 4,2 kJ atau 1 kkal.
Untuk 1 gram air diperlukan kalor sebesar 4,2 J atau 1 kal. Jumlah kalor ini disebut kalor jenis air dengan lambang c.
c = 4,2 J g-1 oC-1

Jumlah kalor yang terserap ke dalam air dihitung dengan mengalikan 3 faktor yaitu massa air dalam kalorimeter (gram), perubahan suhu air (oC), dan kalor jenis air.
Rumusnya ditulis:
Q = m . c . Δt    
                       
Q = kalor yang dibebaskan atau diserap
m = massa air (gram)
c = kalor jenis air (J)
Δt = perubahan suhu (oC)

Kalorimeter sederhana dapat dibuat dari gelas plastik. Jumlah kalor yang diserap atau dilepas ke lingkungan oleh plastik dapat diabaikan, karena plastik merupakan isolator. Sehingga jumlah kalor yang diserap atau dilepas oleh larutan dapat dihitung.

            Qreaksi = - Qlarutan


 IV.            ALAT DAN BAHAN
4.1  Alat
4.1.1        Silinder ukur 50 cm3
4.1.2        Gelas kimia
4.1.3        Kalorimeter
4.1.4        Termometer
4.2  Bahan
4.2.1        Larutan HCl 1 M
4.2.2        Larutan NaOH 1 M

    V.            CARA KERJA
5.1  Sediakan 50 cm3 larutan HCl 1 M dan 50 cm3 larutan NaOH 1 M
5.2  Ukur suhu larutan masing-masing. Jika suhu kedua larutan berbeda, tentukan suhu rata-rata (suhu awal)
5.3  Tuangkan larutan HCl ke dalam kolorimeter yang berisi NaOH adul dengan termometer dan catat suhunya
5.4 Tentukan  reaksi berdasar data yang diperoleh

 VI.            HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1  Hasil
Larutan
Suhu awal
Suhu akhir
Larutan HCl
29 0C


Larutan NaOH
29 0C


Larutan HCl + larutan NaOH
29    0C
32 0C
3        0C

6.2  Pembahasan
Pada percobaan pertama suhu awal HCl adalah 29 0C dan pada NaOH sebesar 29 0C sehingga suhu rata-rata kedua larutan tersebut sebesar 29 0C. Kemudian kedua larutan tersebut secara bersama-sama dimasukkan ke dalam kalorimeter dan diaduk rata. Setelah diukur ternyata suhunya menjadi 32 0C, jadi perubahan suhu sebesar 3 0C
Penentuan kalor reaksi secara kalorimeter merupakan penentuan yang didasarkan atau diukur dari perubahan suhu larutan dan kalorimeter dengan prinsip perpindahan kalor panas yang terjadi dapat dihitung sebagai berikut:


Massa NaOH        = 50 gram
Massa HCl            = 50 gram
Jumlah                   = 100 gram
Qlarutan    = m . c .
                  = 100 . 4,2 . 3
                  = 1260 J/0,05 mol
Timbul panas            = 1260 J/0,05 mol
Untuk 1 mol               =1/0,05 . 1260 J
                  = 25200 J/mol
Sehingga delta H       = - 25200 J/mol                     
Pada percobaan ini termasuk ke dalam reaksi eksoterm, yakni reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan.


VII.            KESIMPULAN
Dari hasilpercobaan dapat disimpulkan bahwa perubahan entalpi reaksi larutan NaOH dengan larutan HCl sebesar -25200 j/mol.

VIII.            JAWABAN PERTANYAAN
Pertanyaan
1.      Hitunglah energi yang harus pindah ke lingkungan agar suhu hasil reaksi turun menjadi sama dengan suhu pereaksi (suhu awal).
2.      Hitunglah jumlah mol NaOH dalam 50 ml larutan NaOH 1 M dan jumlah mol HCl dalam 50 ml larutan HCl 1 M
3.   Hitunglah perubahan entalpi ( ) per mol H2O yang terbentuk dalam reaksi
4.      Tulis persamaan termokimia untuk reaksi ini>
Catatan
Kalor jenis air 4,2 JK-1g-1 ; massa jenis air 1 gram-3


1.
            Jawaban
Massa NaOH        = 50 gram
Massa HCl            = 50 gram
Jumlah                   = 100 gram
Qlarutan    = m . c .
                  = 100 . 4,2 . 3
                  = 1260 J/0,05 mol
Timbul panas            = 1260 J/0,05 mol
Untuk 1 mol               =1/0,05 . 1260 J
                  = 25200 J/mol
Sehingga delta H       = - 25200 J/mol
2.      Molar   =          mol
Liter
            Molar   =          m Mol
                                    ml
            50 ml NaOH 1 M        = 50 . 1 m Mol
                                                = 50 m Mol
                                                = 50 / 1000 Mol
                                                = 0,05 mol
            50 ml HCl 1 M            = 50 . 1 m Mol
                                                = 50 m Mol
                                                = 50 / 1000 Mol
                                                = 0,05 mol
3.      NaOH(q) + HCl(q)                                NaCl(q) + H2O(q)

Qreaksi              = - Qlarutan
                                = /mol
Qreaksi              = - 25200 / mol
4.   NaOH( ) + HCl(  )                                 NaCl(  ) + H2O(  )

 IX.            DAFTAR PUSTAKA
DiarsiUntari.blogspot.com/ Blog Referensi Anak SMA_ Laporan Praktikum Kimia -- Perubahan Entalpi.html
ArifinSetiawantana.blogspot.com/ _ Laporan Praktikum Kimia- Penentuan Perubahan Entalpi Reaksi.html
Susilowati, Endang.2014.Kimia 2