Batman Begins - Horizontal Resize Welcome to the Al Barokah page, hopefully the information published can provide benefits. If there are errors in the delivery of content, the admin will accept all suggestions and criticism via the contact menu

16 April 2020

Kepala Keluarga yang Menginspirasi


Bissmillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sekarang saya ingin menceritakan seorang Kepala Keluarga yang sederhana yang menginspirasi. Dengan harapan, setelah membaca cerita ini, kita semua terinspirasi untuk menjadi orang yang saling membantu dan bermanfaat untuk sesama. Dalam cerita kali ini, saya tidak menyebutkan nama asli, tempat tinggal, dan sejenisnya. Walaupun demikian, tidak akan menghilangkan segala kandungan hikmah yang bisa kita semua petik dan di aplikasikan dalan kehidupan sehari-hari.

Di suatu desa terdapat kepala keluarga yang kehidupanya bisa dibilang sederhana. Kepala keluarga tersebut bernama Bapak Aldiansyah. Bapak Aldiansyah bekerja sebagai seorang petani. Beliau menghidupi seorang istri dan dua anaknya yang masih mengenyam pendidikan formal. Anak pertama bernama Reni, anak perempuan berumur 9 tahun dan sekarang duduk di kelas 4 SD. Anak kedua bernama Rafli, anak laki-laki berumur 5 tahun dan sekarang masih menempuh pendidikan TK. Bapak Aldiansyah adalah orang yang sangat bekerja keras, demi manafkahi istrinya dan menyekolahkan kedua anaknya. Setiap pagi, setelah anak-anaknya berangkat sekolah, Bapak Aldiansyah pergi kesawah untuk merawat tanamannya disawah. Karena sekarang musim penghujan, Beliau dan masyarakat Desa menanam padi.

Luas lahan yang dimiliki Bapak aldiansyah tidaklah luas, hanya seluas 2500 meter persegi atau 1/4 hektare. Oleh sebab itu, terkadang hasil yang didapat tidak terlalu tinggi. Akan tetapi Bapak Aldiansyah merupakan orang yang sabar dan bersyukur kepada Sang Pencipta. Beliau menerima segala ketetapan yang Allah berikan dalam keluarganya. Beliau berkeyakinan bahwa Allah lah yang mengatur segala rizki, sehingga Beliau yakin bahwa rizki yang telah didapatlan sekarang ini adalah rizki yang bisa memenuhi segala kebutuhannya.

Kedua anak Bapak Aldiansyah, merupakan anak yang bisa mengerti keadaan perekonomian orangtuanya. Reni dan Alfi, tidak terlalu meminta hal-hal yang memberatkan orangtuanya seperti teman-temanya di sekolah.

Waktu mudanya, Bapak Aldiansyah mengeyam pendidkan islam dan tiga tahun mondok. Sehingga, beliau mempunyai pengetahun islam yang cukup baik. Setiap sore, beliau mengajar di pondok pesantren Babussalam yang terletak di desanya. Beliau sangat ikhlas menjalani itu semua, walaupun gaji yang diperoleh tidak terlalu tinggi. Karena bagi Bapak Aldiansyah gaji tidak terlalu penting, yang terpenting bagi beliau adalah bisa berbagi ilmu kepada orang lain, sehingga ketika ilmu yang beliau sampaikan diamalkan maka itu juga akan menjadi amal jariyah untuk beliau.

Di desa, Beliau juga sering mengisi pengajian ba'da Isya di sekitar masjid. Beliau sangat bersemangat dalam menebar kebaikan, salah satunya menyampaikan ilmu yang telah dipahami kepada murid-murid di pondok Babussalam dan masyarakat sekitar melaluli kajian rutin ba'da Isya. Beliau melakukan itu semua tidak lain adalah untuk mengamalkan pengetahuan islam yang telah dipelajarinya. Beliau tidak mau, ilmu yang telah dipelajari menjadi bumerang karena tidak diamalkan dan disampaikan kepada banyak orang.

Bapak Aldiansyah merupakan sosok yang sangat perhatian terhadap istri dan anak-anaknya. Setiap ba'da maghrib, beliau mengajak keluarganya untuk membaca Al-Quran dan terkadang beliau isi tausiah singkat.

Di balik kesederhanannya, Beliau juga sering berbagi hasil panennya. Beliau membagikan kepada para dhuafa dan anak-anak yatim dilingkungan rumahnya. Beliau juga selalu mengeluarkan zakat mal. Beliau setorkan zakat ke pengurus masjid tempat tinggalnya. Selain membayar zakat mal, beliau pun rutin dan tidak pernah meninggalkan zakat fitrah. Menurut beliau, semua itu dilakukan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.

Dari kisah tersebut, kita bisa mengambil pelajaran. Hidup penuh kesederhanaan tidak akan merendahkan harga diri, justru ketika kita terus mengejar ridho Allah SWT, maka akan menjadi mulia dimata Allah SWT. Sebagai orang yang berpengetahuan, seharusnya bisa saling berbagi keilmuannya kepada orang-orang, karena bisa jadi ilmu yang kita sampaikan akan menjadi amal jariah. Sebagai seorang muslim sejati, seharusnya tidak lupa membayar zakat, karena sebagian harta kita terdapat sebagian hak orang lain.

Dengan mengeluarkan Zakat, banyak kebaikan yang bisa didapatkan. Diantaranya adalah :
1. Mempererat tali persaudaraan, antara masyarakay yang kurang mampu dalam segi finansial dengan masayarakat yang mampu dalam segi finansial.
2. Sebagai pembersihan harta yang dimili seorang hamba, dan juga agar terhindar dari sifat ketamakan harta.
3. Mendapatkan pahala yang besar, karena telah mengungkapkan rasa bersyukur atas segala nikmat rizki yang telah didapatkan.

Dan masih banyak lagi segala kebaikan yang Allah janjikan, kepada orang-orang yang melaksanakan segala perintah yang Allah perintahkan. Sebagai seorang muslim juga Harus amar ma'ruf nahi munkar, menebarkan kebaikan, nasihat-nasihat. Karena semua itu, merupakan hal-hal yang insyaallah mendatangkan ridho Allah swt dan memperoleh pahala.

Mari bersama membersihkan harta kita semua, dengan Zakat, infak dan sedekah
Melalui dompetdhuafa.org , insyaallah akan diberikan kepada orang yang berhak menerima. Atau bisa melaluli lembaga zakat, infak, dan sedekah di daerah masing-masing. Dan juga bisa kita berikan secara langsung kepada orang yang berhak menerima.

Baik, demikianlah kisah singkat menginspirasi. Semoga kisah tersebut bisa kita ambil pelajaran berharga

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

10 April 2020

Kematian Itu Pasti


*ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ*


๐Ÿƒ๐ŸŒท *KEMATIAN ITU PASTI AKAN DATANG* ๐ŸŒท๐Ÿƒ

Persiapkanlah diri kita untuk menghadapinya.
——————————-

Allah -Ta’ala- mengingatkan hal itu pada tiga tempat dalam Al-Qur`an;

1️⃣➖ Dalam surat Ali Imron ayat 185 ; Allah -Ta’ala- berfirman:

ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ุฐَุงุฆِู‚َุฉُ ุงู„ْู…َูˆْุชِ
ูˆَุฅِู†َّู…َุง ุชُูˆَูَّูˆْู†َ ุฃُุฌُูˆุฑَูƒُู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูَู…َู†ْ ุฒُุญْุฒِุญَ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَุฃُุฏْุฎِู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ูˆَู…َุง ุงู„ْุญَูŠَุงุฉُ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฅِู„َّุง ู…َุชَุงุนُ ุงู„ْุบُุฑُูˆุฑِ

”Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian.
Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian.
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

2️⃣➖ Surat  Al-Anbiya ayat 35 , Allah -Ta’ala- berfirman:

ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ุฐَุงุฆِู‚َุฉُ ุงู„ْู…َูˆْุชِ
 ูˆَู†َุจْู„ُูˆูƒُู…ْ ุจِุงู„ุดَّุฑِّ ูˆَุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูِุชْู†َุฉً ูˆَุฅِู„َูŠْู†َุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ

”Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan kematian.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”

3️⃣➖ Dalam surat Al-Ankabut ayat 57 ; Allah -Ta’ala- berfirman:

ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ุฐَุงุฆِู‚َุฉُ ุงู„ْู…َูˆْุชِ ุซُู…َّ ุฅِู„َูŠْู†َุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ

”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanya kepada Kami lah kalian dikembalikan.”

〰️〰️〰️
✅  Semoga Allah -Ta’ala- memberikan husnul khotimah kepada kita semua, dalam keadaan tanpa dosa serta mendapatkan keridhoan-Nya. Aamiin.

Wallahul Muwaffiq. (AH)

#Kematian #Mengingat_Kematian #Tazkiyah_Nufus #Pembersih_hati
〰️〰️➰〰️〰️

YOK DIPERBAIKI LAGI DIRI DAN LEBIH RAJIN LAGI MEMBACA AYAT SUCI AL-QURAN NYA..  ๐Ÿ™‚

Peringatan Untuk Kita yang Masih Banyak Kekurangan


Dialah Allah yang senantiasa perhatian ke kita semua, walupun ketika kita sedang lalai terhadap perintahnya, Allah tetep mengizinkan kita smua duduk santai, makan dengan nikmat, dan kenikmatan lainnya. Allah memberikan kenikmatan itu tidak lain adalah agar kita terus memperbaiki kualitas keimanan kita. Bukan berarti, kita bersantai-santai tidak mempersiapkan bekal untuk dibawa menghadap Allah swt.

Terkadang kita sangat serius dari jauh-jauh hari mempersiapkan bekal untuk bepergian ke kota dan negeri orang, mengapa kita keliatan tidak serius mempersiapkan bekal untuk menghadap kepada sang pencipta??? Apakah yang membuat kita seperti ini?? Apakah dosa-dosa kita yang telah mengalangi ini??

Mari kita luangkan waktu kita untuk mengintropeksi diri, memikirkan segala kemaksiatan yang telah dilakukan. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang menyesal di akhirat, karena sewaktu di dunia tidak dimanfaatkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Allah pun juga telah memperingatkan kita semua, agar tidak terus bermaksiat kepada-Nya. Seperti kaum-kaum terdahulu, yang Allah azab karena tidak mau mentaati perintah-Nya. Apakah kita tidak mau mengambil sebuah pelajaran???

Di negara tercinta ini, Allah pun telah memperingatkan kita semua. Sunami dahsyat di Aceh, dahsyatnya letusan krakatau, berbagai gempa, tanah longsor, banjir, dan berbagai bencana lain yang menimpa di negeri tercinta ini. Bukankah itu semua peringatan untuk kita semua?? Iya itu semua peringatan Allah, agar kita semua terus mendekatkan diri kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.

Akhir-akhir ini dunia dikagetkan dengan sebuah virus yang mematikan (Covid-19). Virus itu tak kasap mata, tak bisa dilihat mata telanjang. Akan tetapi, ia sangat mematikan, bisa membunuh puluhan orang per hari bahkan lebih. Bayangkan, negara-negara adikuasa pun kwalahan menghadapi virus itu. Tak jauh-jauh, negeri tercinta ini pun telah terkena dampak virus memaatikan itu. Akankah kita semua tetap saja tidak mau mengambil sebuah pelajaran dari bencana wabah itu? Akahkah kita tidak mau bertaubat? Mari terus mendekatkan diri ini kepada sang penguasa kehidupan dunia ini yaitu Allah swt. Dialah yang menciptakan virus itu hadir, sebagai bentuk peringatan kita semua.

Mari jangan sampai lisan ini bosan untuk meminta ampun kepada Allah SWT. Jangan sampai segala anggota badan kita ini menjadi malapetaka dihadapan Allah. Teruslah beristigfar, memperbaiki keimanan kita kepada Allah swt. Agar nantinya kita bisa menikmati keindahan kehidupan syurga yang dijanjikan Allah swt.