Rosulullah saw bersabda
“Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa dalam suatu perkara, maka janganlah dia menasihati secara terang-terangan. Akan tetapi, ambillah tangannya dan menyepilah dengannya. Jika sang penguasa menerima (nasihatmu), itulah yang diinginkan. Jika tidak, maka dia telah menunaikan kewajibannya.” (HR. Ahmad 3/403, Ath-Thabrani dalam Musnad Asy-Syamiyyiin 2/94, Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah no. 1096 dan yang lainnya. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Dzilaal As-Sunnah 2/507)
Itulah salah satu solusi terbaik yang diajarkan nabi saw dalam menasehati penguasa, yaitu dengan lemah lembut dan kasih sayang. Menasehati penguasa tidak harus mengajak masa aksi yg jumlahnya luar biasa dan teriak teriak di jalan, membakar ban dan merusak fasilitas umum yang hanya membuat gaduh dan mengganggu aktifitas pengguna jalan. Sebaiknya dalam menasehati penguasa gk perlu seperti itu, cukup perwakilan saja yang menyampaikan aspirasi dan nasehat kepada penguasa sehingga tercipta suasana yang nyaman dan penuh kekeluargaan. Daripada mengajak ribuan orang untuk beraksi yang ujung ujungnnya banyak menimbulkan kerusuhan, bentrok, dan mudharat lainnya