Janganlah tergesa-gesa menilai seseorang memiliki sifat A, B, dan seterusnya. Tugas kita bukan sibuk menilai orang, tapi tugas kita itu menilai diri sendiri yang sebenarnya penuh kekurangan di mata Allah SWT. Pandailah melihat segala kekurangan diri, dengan hal itu membuat diri pandai memperbaiki diri. Jangan berburuk sangka sama orang, karena yang tau betul isi hati seseorang itu hanya Allah dan orang yang bersangkutan. Jangan banyak berburuk sangka sama orang, karena bisa jadi orang yang di buruk sangka itu mempunyai amalan tersembunyi yang membuat Allah ridho. Makanya kalo mau nilai orang jangan buru-buru, jangan cepet berburuk sangka, harus bener-bener tabayyun
18 September 2020
Jangan Meremehkan
Banyak sesorang yang merasa mulia dengan gelar dan jabatan yang diraihnya. Namun, sebagai seorang yang beriman harus menyakini bahwa iman dan taqwa itulah yang dilihat oleh Allah SWT. Ada orang yang memiliki jabatan dan gelar tinggi, tetapi dia menganggap orang lain rendah dan itulah yang tidak disukai Allah SWT.
Merasa mulia dengan gelar dan jabatan harus dihindari, karena Allah tidak mamandang itu. Jangan sampai gelar dan jabatan kita menjadi penghancur amal soleh kita, karena kita banyak meremehkan orang lain. Tidak salah memiliki gelar dan jabatan tinggi, kalau keduanya membuat kita tidak menyombongkan diri.
Menjaga Pandangan
Mata adalah sahabat sekaligus penuntun bagi hati. Mata mentransfer berita-berita yang dilihatnya ke hati sehingga membuat pikiran berkelana karenanya. Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat yang mulia ini telah memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan kita terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk.
Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam QS. An-Nur/24 ayat 30 dan 31 , Allah Ta’ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.
Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata.
Di zaman sekarang ini, sungguh berat memang fitnah yang ada di sekeliling kita. Ketika kita keluar rumah, maka kita segera dikepung dengan fitnah yang dapat menggoda pandangan kita ke arah yang haram. Terlihatlah oleh pandangan kita, wanita-wanita yang keluar rumah tanpa menutup aurat, tanpa sedikit pun rasa malu di hadapan Allah Ta’ala yang telah menciptakan dan memberikan berbagai nikmat kepadanya. Sebagian mengenakan pakaian yang ketat, sebagian mengenakan rok mini, dan sebagian lagi mengenakan pakaian yang transparan. Mereka berpakaian, akan tetapi pada hakikatnya telanjang. Bisa jadi ketika iman dan rasa takut kita kepada Allah Ta’ala sedang luntur, maka dengan mudah kita mengumbar pandangan dan syahwat kita itu dan melalaikan perintah Allah Ta’ala kepada kita. Dan ketika pandangan mata bisa membangkitkan nafsu birahi, maka dari pandangan mata itu pula bisa menjerumuskan kita kepada kerusakan yang besar, seperti onani, masturbasi, sampai ke zina yang sesungguhnya.