Batman Begins - Horizontal Resize Welcome to the Al Barokah page, hopefully the information published can provide benefits. If there are errors in the delivery of content, the admin will accept all suggestions and criticism via the contact menu

17 August 2020

Perlu Menyendiri

Diri ini perlu menyendiri, tanpa seorang pun mengetahui. Menyendiri untuk merenungi segala kemaksiatan yang telah dilakukan selama ini. Merenungi, bahwasannya selama ini diri ini sering melakukan pembenaran diri dan tak merasa mengingkari aturan Sang Ilahi Rabbi. Merenungi, bahwasannya diri ini banyak tak mensyukuri nikmat-Nya yang begitu luas dan tak terhingga jumlahnya. Merenungi, bahwasannya nikmat pengliatan ini,  sering di pergunakan melihat sesuatu yang membuat Allah itu tidak ridho. Merenungi, bahwasannya nikmat pandai bicara diri ini, sering dipergunakan untuk melakukan sesuatu yang mengotori hati. Merenungi, segala aktivitas anggota badan ini, apakah nanti bisa meringankan hisab atau bahkan membebani hisab?? Karena semuanya akan dipertanggung jawabkan, termasuk anggota badan ini

Mari merenungi diri, memikirkan segala kemaksiatan diri, sebelum kematian menghampiri

Merdeka


Merdeka bukan cuman terjauhkan dari penjajah, namun juga dijauhkan segala hal yang menjajah hati manusia dengan syahwat dan hawa nafsu yang mendorong kepada kemaksiatan untuk menjauhkan ketaatan kepada-Nya

Syahwat dan hawa nafsu itulah musuh terbesar dalam diri ini. Ia bisa saja mengendalikan diri ini, sampai puncaknya diri ini tak merasa bersalah dan berdosa ketika hidupnya dipenuhi maksiat. Sebagai hamba yang merindu syurga, seharusnya terus berjuang tanpa henti melawan syahwat dan hawa nafsu. Jangan sampai letih dan putus asa, karena ini lah perjuangan menuju kebahagian yang abadi. Sebuah kebahagian dimana diri ini bisa menikmati syurga yang telah dijanjikan oleh-Nya. Sebuah kebahagian juga ketika diri ini bisa tinggal bersama rosulullah saw di syurga. 

Ayo di momen hari kemerdekaan ini, mulailah berjuang melawan syahwat dan hawa nafsu yang senantiasa mengarahkan diri ini terus bermaksiat kepada-Nya

10 August 2020

Bersyukurlah

Segala nikmat dari-Nya terus datang, tak ternilai jumlahnya

Sikap, reaksi, dan respon dari nikmat-Nya lah, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan

Apakah mensyukuri atau mengkufuri nikmat?

Apakah mempermudah hisab atau mempersulit hisab ?

πŸƒ

"Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?"

(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 68)

πŸƒ

"Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?"

(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 69)

πŸƒ

"Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?"

(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 70)

πŸƒ

πŸ“·20 Dzulhijjah 1441 H

04 August 2020

Renungan Diri

[ Renungan Diri ]

Tugas kita menanam benih-benih amal sholeh dalam hati, bukan sibuk memasang topeng demi penilaian makhluk

Tugas kita mengumpulkan segala bekal terbaik, di kala waktu diliat banyak orang maupun ketika sendiri tak seorang pun mengetahui

Berbagai cara dilakuin buat memasang topeng di media sosial, demi gelar dari makhluk bukan ridho sang ilahi

Lantas, apa yang harus dipertanggungjawabkan nanti, ketika segala yang dilakukan tidak murni ikhlas karena Allah swt???

Mulai pagi ini, mari merenuhi diri, sebelum ajal menghampiri

《》《》《》《》《》《》《》《》

Kita memang sedang berlomba, tapi bukan meraih kesenangan yang dalamnya hanya omong kosong fana. Kita berlomba untuk melahirkan amal terbaik, untuk taqwa. 

Berhasilnya bukan didapat dari pengakuan manusia, tapi Allah yang jauh lebih tahu kualitas amal kita meski tak ada mata yang menatap.

Berhenti dibohongi citra manusia. Tiap kita punya kisah yang berbeda. Dan kisah kit sudah sempurna. Syukurilah.

By. Sholah Ayub