Batman Begins - Horizontal Resize Welcome to the Al Barokah page, hopefully the information published can provide benefits. If there are errors in the delivery of content, the admin will accept all suggestions and criticism via the contact menu

20 January 2022

Niat

 "Mungkin kita bisa membuat orang lain memberikan penilaian yang mulia ke kita, Tapi ingatlah Allah sangat mengetahui segala maksud dan segala niat Hambanya"

Sebuah kutipan nasihat dari seseorang, yang membuat kita seharusnya memperhatikan betul niat kita dalam hal beribadah kepada Allah SWT. 

Semua akan dimintai pertanggungjawaban....

Takdir

Sebaik-baik manusia adalah yang hatinya lapang atas semua ketetapan. Sebab, takdir baik atau buruk pasti ada hikmah dan pembelajaran.

Kita saja yang selalu mengedepankan mata daripada berbaik sangka, mengira bahwa yang buruk pasti buruk dan yang baik pasti baik. Padahal, standard baik dan buruknya manusia itu berbeda dengan milik-Nya.

Tidak apa-apa jika hari ini kita dalam keadaatn yang kurang baik. Ada saatnya nanti Allah akhiri ujian ini dan Allah beri penjelasan semuanya. Dan dari sinilah kita belajar dewasa.

Yok bisa yok.

Sumber @petuahjumat

16 January 2022

Angkuh

Akibat keangkuhan, kita terkadang tidak sadar apa yang sedang dilakukan itu salah atau tidak. Merasa benar sendiri dan tidak mau menerima masukan dari orang lain. Sungguh, sifat yang tidak baik untuk dimiliki oleh seorang muslim. Kita harus ati-ati dengan segala tingkah dan perilaku kita ke orang lain, dan kita pun harus pandai memahami segala tingkah laku orang lain. Jangan sampai, hanya karena ego dan nafsu, kita menuduh dan menilai seorang dengan penilaian yang salah. Dan jangan sampai, kita jauh dari sifat mudah "Memaafkan dan Meminta Maaf" atas kesalahan kecil yang dilakukan saudara kita.


Dia Segalanya Bagian 3



Waktu terus berjalan, mengikuti arahan Sang Penguasa Kehidupan ini yaitu Allah SWT. Segala kejadian, situasi dan semua kebesaran-Nya tak henti Dia perlihatkan. Sungguh, orang yang memiliki rasa iman, akan lebih bertambah keimanannya ketika melihat kebesaran Allah SWT tersebut. 

Merenungi segala kenikmatan Allah SWT, begitu besar dan tak terhingga banyaknya diberikan kepada kita semua agar bisa dijadikan media meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. 

Namun, kita ini sering lalai, mempergunakan kenikmatan itu untuk bermaksiat kepada Allah SWT. Tangan, kaki, lisan terkadang digunakan untuk menzolimi orang lain, merendahkan, dan maksiat lainnya. Karena keangkuhan, kita pun terkadang tidak sadar bahwa anggota badang ini telah digunakan untuk hal yang Allah tidak ridhoi. Sungguh, kita hamba yang sangat perlu di bimbing Allah SWT, dalam mempergunakan segala kenikmatan yang telah diberikan. Kita pun harus terus meminta bimbingan Allah di dalam doa dan sujud kita, agar semua perjalan ini di bimbing Allah dan mendapatkan sebuah nilai Keberkahan.

"Dia lah segalanya, membimbing hambanya agar terus berada di jalan yang benar, yang pada akhirnya nanti bisa mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT"

15 January 2022

Tradisi

Islam hadir bukan untuk memberangus. Tapi mengubah keyakinan yang bengkok menjadi lurus. Islam tidak anti adat. Tapi menjauhkan pemeluknya dari maksiat dan keyakinan yang sesat. Sebab, adat yang senafas dengan tauhid yang lurus, Islam serap menjadi tradisi yang lestari dan terurus.

Islam tidak mempermasalahkan batik dan sorjan. Selama dikenakan menutup aurat, sebagaimana yang Nabi ajarkan, ia menjadi khazanah budaya yang layak dipertahankan.

Islam tak pernah anti sedekah, selama ia diamalkan sesuai petunjuk syariah. Adapun ibadah kreasi sendiri, tanpa sinaran sunnah, ia bukan hanya akan tertolak, tapi justru dapat mengundang musibah.

Islam hanya menuntut kepatuhan kepada Allah yang menciptakan kehidupan. Islam memberi kebebasan dalam urusan adat selama sejalan dengan syariat yang Allah dan Rasulnya tuntunkan.

Islam adalah jalan hidup yang sederhana dan mudah. Tapi, efek provokasi syahwat yang membuat Islam seolah terlihat rumit dan susah.

Islam adalah jalan terang dan keselamatan bagi siapa saja yang mau membuka hati dan pikiran.

By. Ig @abun_nada

Cermin


 Kadang, kita terlalu jauh mencari cermin untuk berkaca. Padahal, ada cermin yang begitu karib dan selalu bersama. Lisan kita.


Orang baik cenderung suka membicarakan kebaikan. Sedangkan pribadi yang buruk cenderung suka mengaduk-aduk keburukan. Memang demikian. Teko yang isinya kopi tak akan mungkin mengucurkan manisan. Ia hanya mengeluarkan apa yang tersimpan.

Mari berkaca pada lisan sendiri. Mencermati warna dan aroma diksi. Apakah ia dominan puji ataukah caci maki? Apakah ia dominan dukungan dan doa, ataukah hasad dan dengki? Itu semua dapat menampakkan gambaran diri.

Namun, berkaca pada lisan sendiri memang tak semudah mengatakannya. Ego menjadi kendala utama. Banyak orang yang siap untuk terlihat sempurna. Tapi, berapa banyak yang siap untuk menyadari celanya...?

By. IG @abun-nada

14 January 2022

Prioritas

"Terkadang karena keangkuhan kita yang tak tersadar, kita tidak tahu  berbagai media bacaan mana yang seharusnya diprioritaskan untuk dibaca, dipahami dan direnungi terlebih dahulu"
 

08 January 2022

Sombong

Sombong atau tidaknya seseorang tak melulu nampak secara lahiriah. Justru yang mesti diwaspadai adalah kesombongan yang tersembunyi. Yang diam-diam menyusup dalam sepi.

Tanpa pertolongan Allah, rasanya sulit bagi kita terhindar dari potensi keburukan yang sangat halus, seperti rasa sombong ini. Maka, berdoa, mengiba, dan memohon kepada Allah adalah di antara bentuk terapi hati. Sebab, dengan memohon pertolongan Allah, berarti kita mengakui ketakberdayaan dan kelemahan diri.

Dengan memohon pertolongan Allah Ta'ala, kita meneguhkan keyakinan bahwa diri tak lebih dari seorang hamba yang bergantung pada belas kasih-Nya. Jika keyakinan seperti ini telah bersinar dalam dada, semoga titik-titik hitam kesombongan bisa lenyap dan sirna.

Sumber : ig @abun_nada