Batman Begins - Horizontal Resize Welcome to the Al Barokah page, hopefully the information published can provide benefits. If there are errors in the delivery of content, the admin will accept all suggestions and criticism via the contact menu

15 September 2017

PRATIKUM BIOLOGI Pengaruh Suhu dan pH terhadap Kerja Enzim Katalase



Pengaruh Suhu dan pH terhadap Kerja Enzim Katalase


 

            
DISUSUN :
1.     FRANCISKA MELISA DURITA WIDIARTI
2.     NI PUTU ADEYANI
3.     PUTRI WULANDARI
4.     RIFKI AMIRUL HAKIM
5.     ZAENAL MUKHLISIN





SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KOTAGJAH
LAMPUNG TENGAH
T.P. 2017/2018









     I.            TEMA
Pengaruh Suhu dan pH terhadap Kerja Enzim Katalase

 II.            TUJUAN
Mengetahui pengaruh suhu dan pH terhadap kerja enzim katalase

III.            LANDASAN TEORI
Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh sel tubuh organisme. dalam sel enzim ini diproduksi oleh organel badam mikro peroksisok. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan.
Hidrogen peroksida dengan rumus kimia bila H2O2 ditemukan oleh Louis Jacquea Thenard pada tahuna 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh.
Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung.
Bentuk reaksi kimianya adalah:
                                      H2O → H2O + O2
Enzim tertentu dapat bekerja secara optimal pada kondisi tertentu pula.  Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah sebagai berikut :
a.      Suhu
Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah.  Protein akan mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi (panas).
b.     Derajat keasaman (pH)
Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat.  Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = ±7).  Di luar pH optimal, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat.
c.      Konsentrasi enzim, substrat, dan kofaktor
Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat berlebihan, maka laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim yang ada.  Jika pH, suhu dan konsentrasi enzim dalam keadaan konstan, maka reaksi awal hinga batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada.  Jika enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor, maka konsentrasi substrat dapat menetukan laju reaksi.
d.     Inhibitor enzim                                             
Kerja enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh inhibitor berupa zat kimia tertentu.  Pada konsentrasi substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi.
e.      Konsentasi substrat
Konsentrasi substrat, jika konsentrasi substrat ditambah maka kecepatan reaksi pun semakin   lambat.

Otto Warburg memenangkan hadiah nobel pada tahun 1930. penelitian awal Otto adalah tentang polipeptida. Pada universitas Heidelberg, dia meneliti tentang proses respirasi. Otto ingin mengaitkan proses tersebut dengan metode fisikan dan kimia. Metode tersebut ia gunakan pada asimilasi karbon dioksida tanaman, metabolisma tumor dan unsur kimia pokok pada organ respirasi fermentasi. Otto tidak pernah menjadi staf pengajar, tetapi penemuannya tentang flavin dan nikotinamida sebagai gugus aktif dalam enzim pentransferr hidrogen telah melengkapi proses oksidasi dan reduksi pada dunia kehidupan.
Enzim dibuat di dalam sel – sel hidup. Sebagian besar enzim bekerja di dalam sel, yang disebut enzim intraseluler. Salah satu contoh enzim intraseluler adalah enzim katalase. Katalase memecah senyawa berbahaya, seperti Hydrogen peroksida (H2O2) di dalam sel hati. Dalam hal ini Hydrogen peroksida bertindak sebagai substrat. Hydrogen peroksida merupakan senyawa reaktif dan dapat merusak sel, kemudian akan didegrasi oleh katalase. Katalase mendegrasi Hydrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2).


IV.            ALAT DAN BAHAN
4.1        Alat
4.1.1.1                       Tabung reaksi
4.1.1.2                       Pipit tetes
4.1.1.3                       Gelas kimia
4.1.1.4                       Pisau/cuter
4.1.1.5                       Cawan petri
4.1.1.6                       Pembakar spritus
4.1.1.7                       Penjepit
4.1.1.8                       Pinset
4.1.1.9                       Lidi
4.1.1.10                  Korek api
4.2        Bahan
4.2.1.1                       Hati ayam
4.2.1.2                       Jantung ayam
4.2.1.3                       H2O2
4.2.1.4                       NaOH
4.2.1.5                       HCl

  V.            CARA KERJA
5.1       Masukkan potongan hati ayam kedalam tabung A sampai E , tabung F ekstrak jantung
5.2       Lakukan pada ekstrak hati dengan perlakuan
v Tabung A dalam netral ( tidak diberi perlakuan )
v Tabung B dalam suasana asam ( diberi HCl )
v Tabung C dalam susana basa ( diberi NaOH )
v Tabung D dalam suhu tinggi ( dipanaskan )
v Tabung E dalam suhu rendah ( didinginkan )
v Tabung F ekstrak jantung dalam keadaan netral
5.3       Lakukan satu persatu, masukan H2O2 3 tetes pada tabung A sampai F
5.4       Amati gelembung yang terjadi dan buktikan dengan nyala api
VI.            HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1        Hasil
No
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Ekstrak
Gelembung
Nyala Api
1
Hati netral + H2O2
++
Sangat terang
2
Hati dipanaskan + H2O2
+
Tidak terlalu terang
3
Hati didinginkan + H2O2
+++
Terang
4
Hati + HCl + H2O2
+
Tidak terlalu terang
5
Hati + NaOH + H2O2
+
Tidak terlalu terang
6
Jantung netral + H2O2
++
Terang
+          : sedikit                +++             : sangat banyak
++       : banyak               -                  : tidak ada
6.2        Pembahasan
·        Pada tabung yang hanya dimasukkan larutan H2O2, terdapat banyak gelembung. Hal ini, dikarenakan pada tabung tersebut tidak ditambahkan larutan lain selain larutan H2O2 sehingga enzim katalase lebih mudah menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Sehingga ketika dimasukkan bara api akan menyala sangat terang di dalam tabung reaksi
·       Ketika ekstrak hati dipanaskan di atas pembakar spiritus, lalu ditambahkan larutan H2O2 ke dalamnya, yang terjadi adalah pada tabung tersebut muncul gelembung sedikit bahkan hampir tidak terlihat gelembungnya. Hal ini disebabkan protein yang terdapat pada enzim katalase telah rusak sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Ketika bara api dimasukkan kedalam tabung tersebut maka nyala api tidak terlalu terang atau nyala api tidak bertahan lama
·        Ekstrak hati yang didinginkan dalam lemari es, kemudian diberi larutan H2O2 terdapat banyak gelembung. Hal ini berarti, enzim katalase dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Ketika dimasukkan bara api maka bara api tersebut akan menyala terang di dalam tabung reaksi
·        Ekstrak hati yang diberi larutan HCl lalu ditambahkan larutan H2O2, terdapat sedikit sekali gelembung. Hal ini berarti, larutan HCL dapat mempengaruhi pembentukan enzim katalase. Ketika dimasukkan bara api didalam tabung reaksi maka nyala api tidak terlalu terang atau nyala api tidak bertahan lama
·        Saat ekstrak hati diberi larutan NaOH lalu dimasukkan larutan H2O2, yang terjadi adalah ekstrak hati tersebut berubah menjadi sedikit merah. Gelembung yang terbentuk pun juga ada, tetapi tidak banyak ataupun sedikit (sedang). Hal ini berarti penambahan larutan NaOH dapat mempengaruhi pembentukan enzim katalase lebih baik daripada larutan HCl. maka nyala api tidak terlalu terang atau nyala api tidak bertahan lama, akan tetapi nyala apinya lebih bertahan lama daripada dikasih HCl
·        Ketika jantung ayam netral, kemudian ditambahkan H2O2. Maka gelembungnya akan banyak dan menimbulkan nyala api yang besar
VII.             KESIMPULAN
Bardasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
·        Kerja enzim katalase salah satunya dipengaruhi oleh suhu dan pH. Dimana enzim katalase tidak akan bekerja pada suhu yang terlalu tinggi karena mengalami denaturasi (kerusakan). Hal ini mengakibatkan enzim katalase tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.  Sedangkan pada pH netral, enzim dapat bekerja secara optimal. Dan pada pH asam maupun basa, dapat memperlambat kerja enzim katalase.
·        Dalam penelitian kami, diantara ke-6 tabung reaksi yang paling banyak menghasilkan O2 adalah percobaan tabung reaksi yang didalamnya ada hati ayam yang sudah didinginkan + H2O2, karena dalam tabung reaksi yang didalamnya ada hati ayam yang sudah didinginkan + H2O2 banyak mengandung gelembung-gelembung udara, yang menunjukkan banyak menghasilkan O2
·         Enzim katalase berfungsi untuk menetralkan H2O2 yang bersifat racun menjadi H2O dan O2.
·        Faktor-faktor yang mempengaruhi keja enzim, antara lain temperatur (suhu), konsentrasi enzim dan substrat, pH, dan inhibitor enzim.







VIII.            DAFTAR PUSTAKA



LAMPIRAN

No comments:

Post a Comment