Batman Begins - Horizontal Resize Welcome to the Al Barokah page, hopefully the information published can provide benefits. If there are errors in the delivery of content, the admin will accept all suggestions and criticism via the contact menu

19 December 2019

Sebuah Kisah Singkat Kaum Terdahulu


Terdapat lima kaum yang Allah kisahkan dalam Al-Quran. Allah berfirman dalam QS. Adz-dzariat/51 : 31-51. Dalam 20 ayat tersebut pada intinya mengisahkan lima kaum yang di azab karena tidak mau beriman kepada Allah dan Nabi/Rosul-Nya
1. Allah mengazab umat Nabi Luth dengan hujan batu, hal itu karena umat Nabi Luth melakukan homosex, dan menyebarkan kepada masyarakat luas sebagai sebuah kebenaran.
2. Allah mengazab dan menghancurkan firaun dan prajuritnya, mereka ditenggelamkan di laut. Firaun diazab karena kesombongannya, menolak dakwah nabi Musa, bahkan dia mengaku tuhan.
3. Kaum 'Ad juga Allah hancurkan dengan angin kencang yang menusuk daging selama 7 malam 8 hari sehingga tercabutlah tulang2 mereka dari daging sehingga binasa semua.
4. Kaum Tsamud juga Allah hancurkan dengan petir keras sehingga mereka berjatuhan dan tidak mampu lagi bangkit untuk selamanya. Azab kaum Tsamud datang karena mereka membangkang ajaran Allah dan Nabi-Nya.
5. Kaum Nuh sebelum kaum-kaum tersebut, Allah mendatangkan banjir besar sehingga mereka tenggelam semua kecuali pengikut Nabi Nuh yang beriman dan taat kepada Allah dan Nabi-Nya.

Allah kisahkan kelima kaum tersebut, agar manusia mengambil plajaran. Bahwa kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan kaum terdahulu tidak diulangi di zaman sekarang ini.
Realitanya, masih ada manusia yang tidak bisa mengambil plajaran. Manusia masih saja ada yang menyekutukan Allah, tidak beriman kepada Allah, dan tidak mau mengikuti ajaran rosulullah saw.
Masih banyak diantara kita yang terlalu sibuk mencari ridho manusia dan lupa bahwa ridho Allah lah yang harus diutamakan.
Diantara kita, masih ada yang berusaha mati-matian demi melaksanakan perintah atasan atau senior, mengapa kita jarang mati-matian melaksanakan perintah Allah?
Diantara kita, masih ada yang berusaha semaksimal mungkin tuk menggarap proyek atasan, mengapa kita jarang memaksimalkan amal shaleh agar Allah ridho kepada kita?
Diantara kita, masih ada mati-matian meraih cinta makhluk, mengapa kita jarang mati-matian meraih Cinta Allah?
Terkadang kita selalu sok sibuk dengan urusan kita, sampai lupa tuk berbakti kepada orang tua, apakah kita menganggap berbakti pada orang tua bukanlah perbuatan mulia?
Terkadang kita masih lupa melaksanakan kewajiban shalat, mata kita sering melihat yg dimurkai Allah, kaki ini terkadang melangkah ke jalan yang tidak bermanfaat, anggota badan kita masih banyak digunakan tuk berbuat maksiat. Begitu banyak dosa yg telah kita lakukan, seharusnya kita merasa hina dihadapan Allah swt.
Oleh sebab itu marilah kita terus menjalankan perintah Allah dan rosulnya dengan diiringi memperdalam ilmu, agar amal sholeh yang kita kerjakan sesuai apa yang di syariatkan Allah dan yang dicontohkan rosulullah saw. Marilah kita terus beristighfar memohon ampun sama Allah, agar Allah ampuni segala dosa kita. Mari kita sadarkan diri, bahwa kejadian bencana alam disekitar kita selama ini, memberikan makna agar kita semua terus mentaati Allah dan Rosul-Nya, agar kita terus beristighfar memohon ampunan Allah swt.
Marilah kita terus sibuk muhasabah diri bukan hanya sibuk mencari aib saudara kita
Marilah kita terus berdoa, minta sama Allah agar hati ini terus istiqomah berjalan di jalan yang diridhoi Allah swt
Marilah kita terus berdoa, minta ampun sama Allah agar segala dosa yg telah kita lakukan bisa diampuni sama Allah swt
Marilah kita terus berdoa, agar kita mati dalam keadaan khusnul khatimah dan bisa berkumpul bersama keluarga tercinta dan orang-orang yang dicintai oleh Allah swt.

30 November 2019

Mahasiswa Harus Tau


Sebagai sesorang yang bergelar mahasiswa bukan hal yang mudah. Seorang mahasiswa sejatinya memikul amanah besar dari kedua orang tua, amanah itu tidak lain adalah bagaimana seorang mahasiswa bisa menjadi orang yang sukses setelah menyelesaikan progam studi. Maka dari itu, seorang mahasiswa harus bersungguh mempertanggungjawabkan amanah tersebut. Dalam kehidupan kampus banyak tipe-tipe mahasiswa, ada mahasiswa yang aktif berorganisasi, mahasiswa yang hanya fokus kuliah ( kupu-kupu ), mahasiswa yang sukanya main sana sini dan masih banyak tipe yang lainnya. Semua itu tidak bisa disalahkan dan memang sudah pilihan alur kehidupan mereka masing masing. Kalo menurut pribadi, selama itu bermanfaat dan tidak terlalu menyusahkan orang tua ya tak apa-apa. Akan tetapi harus ingat, orang tua kita memeberi amanah tuk kuliah yang bener dan jadi orang yg berhasil setelah kita wisuda. Mau jadi tipe mahasiswa aktif organisasi, mahasiswa fokus belajar saja ( kupu-kupu ), mahasiswa main sana sini, selama tidak melakukan hal yang melanggar agama dan mengganggu aktivitas kuliah ya tak apa apa. Yang salah si menurut adimin, mahasiswa yang seolah suka meremehkan mahasiswa lain. Contohnya : mahasiswa yang aktif organisasi mencemooh mahasiswa kupu-kupu " kalian tu gk bosen toh, kuliah blajar aja, nanti bedanya kamu sama yg lain gimana gk ada pengalaman organisasi terus nanti kamu mau kerja gimana, ikut organisasi aja gk mau", sebaliknya mahasiswa kupu kupu " kalian tu apa gk capek, kuliah isinya rapat terus kuliah pontang panting sering tipsen, bolos ", hahaha ya tulah kehudupan kampus penuh warna.
Mau jadi mahasiswa tipe apa saja, Allah telah memberikan jalan terbaik kok buat kita sukses, yang penting kita mau ikhtiar dan tawakal. Kita sukses, bahagia, bukan lewat jalan aktif organisasi saja , dan yang lainnya , tapi Allah telah memberilan jalan yang berbed-beda. Buktinya ada orang yang hanya lulus SD tapi Allah jadikan sebagai seorang ilmuan, ada orang yang memiliki riwayat pendidikan yang buruk, tetapi Allah jadikan pengusaha sukses, ada orang yang berstatus difabel tapi Allah jadikan sebagai lulusan universitas ternama luar negeri, ada orang yang hanya lulusan SMP, tapi Allah jadikan sebagai orang yang memiliki jabatan penting dan memiliki ide kebijakan yang luar biasa dan masih banyak lagi. Semuanya karna izin Allah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, maka dari itu kita harus terus mendekatkan diri kepada-Nya dengan terus memperdalam syariat-Nya dan mengamalkannya.
Tugas kita sekarang adalah intropeksi diri mikirin kesalahan-kesalahan kita sama Allah, terus memperbaiki bukan saling meremehkan profesi orang. Tugas kita terus memperbaiki diri meraih cinta-Nya, sehingga ketika Allah ridho insyaallah Dia kan berikan profesi kita yg terbaik. Tugas kita adalah sesibuk apapun kita, mau sibuk kuliah, organisasi, jangan sampai lupa tuk berbakti sama orang tua, karna Allah pun sudah memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua dan manfaatnya sangat dahsyat. Tugas kita adalah selalu berdoa kepada-Nya, meminta ampun segala dosa-dosa dan sampaikan semua hajat dalam doa dengan harapan dimudahkan dalam segala urusan. Tugas kita adalah berdoa meminta sama Allah agar kita mati dalam keadaan husnul khatimah dan bisa berkumpul di surga dengan kelurga dan orang shaleh yang dicintai Allah swt 

26 September 2019

Penguasa Perlu di Nasehati

Islam adalah agama yang sempurna, tidak perlu ada syariat tambahan yang dibuat buat. Segala aspek kehidupan manusia telah diatur secara lengkap dan penuh kemaslahatan, salah satunya  dalam hal menasehati penguasa. Islam pun telah mengatur secara rinci bagaimana cara yang terbaik untuk menasehati penguasa agar tidaak menimbulkan kemudharatan dan menimbulkan fitnah kepada penguasa sehingga merendahkan harga diri sang penguasa.
Rosulullah saw bersabda
“Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa dalam suatu perkara, maka janganlah dia menasihati secara terang-terangan. Akan tetapi, ambillah tangannya dan menyepilah dengannya. Jika sang penguasa menerima (nasihatmu), itulah yang diinginkan. Jika tidak, maka dia telah menunaikan kewajibannya.” (HR. Ahmad 3/403, Ath-Thabrani dalam Musnad Asy-Syamiyyiin 2/94, Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah no. 1096 dan yang lainnya. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Dzilaal As-Sunnah 2/507)

Itulah salah satu solusi terbaik yang diajarkan nabi saw dalam menasehati penguasa, yaitu dengan lemah lembut dan kasih sayang. Menasehati penguasa tidak harus mengajak masa aksi yg jumlahnya luar biasa dan teriak teriak di jalan, membakar ban dan merusak fasilitas umum yang hanya membuat gaduh dan mengganggu aktifitas pengguna jalan. Sebaiknya dalam menasehati penguasa gk perlu seperti itu, cukup perwakilan saja yang menyampaikan aspirasi dan nasehat kepada penguasa sehingga tercipta suasana yang nyaman dan penuh kekeluargaan. Daripada mengajak ribuan orang untuk beraksi yang ujung ujungnnya banyak menimbulkan kerusuhan, bentrok, dan mudharat lainnya

16 August 2019

Hentikan dan Bertaubatlah

📖 *Hentikan Dan Bertaubatlah*
.
Melakukan suatu dosa bukanlah suatu aib. Akan tetapi bertahan dalam melakukan dosa itulah yang menjadi kesalahan. Karna setiap manusia melakukan kesalahan..
.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
ÙƒُÙ„ُّ بَÙ†ِÙŠ آدَÙ…َ Ø®َØ·َّاءٌ ÙˆَØ®َÙŠْرُ الْØ®َØ·َّائِÙŠْÙ†َ التَّÙˆَّابُÙˆْÙ†َ. .
“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”.(HR. Tirmidzi)
.
Dan Nabi memberikan solusi bagi orang yang berdosa untuk bertobat dan untuk menghapus dosa yang telah diperbuat :
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
اِتَّÙ‚ِ اللهَ Ø­َÙŠْØ«ُÙ…َا ÙƒُÙ†ْتَ، ÙˆَØ£َتْبِعِ السَّÙŠِّئَØ©َ الْØ­َسَÙ†َØ©َ تَÙ…ْØ­ُÙ‡َا، ÙˆَØ®َالِÙ‚ِ النَّاسَ بِØ®ُÙ„ُÙ‚ٍ Ø­َسَÙ†ٍ
. “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan iringilah sesuatu perbuatan dosa (kesalahan)  dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik” (HR. Tirmidzi)

14 August 2019

Pentingnya adab sebelum ilmu

Pada masa generasi Thabi'in, ada seorang ulama (cendekiawan) yang sangat luas dan mendalam keilmuannya. Sampai-sampai oleh para ulama lainnya digelari "Rabi'atur Ra'yi" (Logika musim semi). Gelar untuk menggambarkan betapa jenius ulama ini.
Praktis, Rabi'atur Ra'yi menjadi tujuan uatama para penuntut ilmu untuk belajar. Tidak terkecuali Malik bin Anas. Seorang remaja yang kelak akan dikenal sebagai Imam Malik Rahimahullah, peletak dasar Madzhab Maliki.
Ada momen terpenting, menurut saya, yang perlu kita underline, ketika Malik bin Anas akan belajar kepada Rabi'atur Ra'yi, yaitu nasehat sang Bunda. "Nak, camkan pesan ibu, pelajarilah olehmu adab Rabi'atur Ra'yi sebelum kau pelajari ilmunya."
Sebuah pesan singkat, namun sangat mendalam maknanya. Sejatinya, ada pesan lain yang tersirat dari pesan Bundanya Malik bin Anas, yaitu "Nak, jika kau tak temui adab pada diri Rabi'atur Ra'yi, maka kau tak perlu buang-buang waktu belajar ilmu kepadanya."
Mengapa? Sungguh, tak akan bermanfaat ilmu setinggi apapun jika tiada adab di dalamnya. Terlebih bila ilmu setitik nila, plus kehilangan adab.
Allah telah menyindir keras para ahli ilmu (Rabi) Bani Israil yang tiada adab dalam dirinya dengan perumpamaan seekor keledai yang memikul kitab-kitab dipunggungnya (QS. 62: 5). Keledai tentulah tiada paham untuk apa kitab-kitab yang dipikulnya itu.
Demikianlah, Allah menyindir keras para ahli ilmu yang berjilid-jilid kitab dalam kepalanya, namun tiada adab tertanam dalam diri dan lisannya. Sia-sia ilmunya. Bahkan, malah menyeretnya pada kehinaan.
Pantas jika para ulama sepakat, "Kada al-adab qabla al-'ilm" (Posisi adab itu sebelum ilmu).
Syaikh Ibnu Mubarak, seorang ulama yang sangat shalih, berkata, "Thalabtul adab tsalatsuna sanah wa thalabtul 'ilm 'isyrina sanah" (Aku belajar adab 30 tahun lamanya, sedang aku belajar ilmu hanya 20 tahun lamanya).
Jernih sekali nasehat Imam Asy-Syafi'i kepada Imam Abu Abdish Shamad, gurunya anak-anak Khalifah Harun Al-Rasyid, "Ketahuilah, yang pertama kali harus kamu lakukan dalam mendidik anak-anak khalifah adalah memperbaiki dirimu sendiri. Karena, sejatinya paradigma mereka terikat oleh paradigma dirimu. Apa yang mereka pandang baik, adalah apa-apa yang kau lakukan. Dan, apa yang mereka pandang buruk, adalah apa-apa yang kau tinggalkan."
Oleh: Muhammad Syafi'ie el-Bantanie, Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, Founder Sahabat Remaja Indonesia