Batman Begins - Horizontal Resize Welcome to the Al Barokah page, hopefully the information published can provide benefits. If there are errors in the delivery of content, the admin will accept all suggestions and criticism via the contact menu

31 December 2020

Nasihat Syekh Thanthawi Al Azhar Kairo


Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yg tidak mengenal kita.

Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita.

Kita istimewa dalam penglihatan orang - orang yang mencintai kita.

Kita adalah pribadi yg menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian.

Kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang - orang yang iri.

Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah lelah agar tampak baik di mata orang lain.

Cukuplah dengan ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang tak kan pernah tergapai.

Sedangkan Ridha Allah, destinasi yang pasti sampai,
Maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah

Wallahu 'alam bishowwab

31 October 2020

Hati yang Ikhlas

Menghadirkan ikhlas dalam hati sangatlah penting. Tanpa ikhlas, amalpun jadi sia-sia dihadapan Allah SWT. 

Mungkin kita sudah bosan mendengar kata ini, seringkali kita dengar di ceramah-ceramah, namun kita tidak mengetahui makna dari ikhlas tersebut. Ikhlas adalah membersihkan segala kotoran dan sesembahan-sesembahan selain Allah dalam beribadah kepada-Nya. Yaitu beramal karena Allah tanpa berbuat riya’ dan juga tidak sum’ah.

Allah berfirman

ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠَุฑْุฌُูˆุง ู„ِู‚َุงุกَ ุฑَุจِّู‡ِ ูَู„ْูŠَุนْู…َู„ْ ุนَู…َู„ًุง ุตَุงู„ِุญًุง ูˆَู„َุง ูŠُุดْุฑِูƒْ ุจِุนِุจَุงุฏَุฉِ ุฑَุจِّู‡ِ ุฃَุญَุฏًุง

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.” (Al-Kahfi :110)

Allah juga berfirman:

ูˆَู…َู†ْ ุฃَุญْุณَู†ُ ุฏِูŠู†ًุง ู…ِู…َّู†ْ ุฃَุณْู„َู…َ ูˆَุฌْู‡َู‡ُ ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ู…ُุญْุณِู†ٌ

“Artinya : Dan sipakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan?” (An-Nisa’ :125)

Menyerahkan diri kepada Allah artinya memurnikan tujuan dan amal karena Allah. Sedangkan mengerjakan kebaikan ialah mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnah beliau.

Allah juga berfirman.

ูˆَู‚َุฏِู…ْู†َุง ุฅِู„َู‰ ู…َุง ุนَู…ِู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ٍ ูَุฌَุนَู„ْู†َุงู‡ُ ู‡َุจَุงุกً ู…َู†ْุซُูˆุฑًุง

” Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan”. (Al-Furqan : 23)

Amal yang seperti debu itu adalah amal-amal yang dilandaskan bukan kepada As-Sunnah atau amal yang dimaksudkan untuk selain Allah. 

Pentingnya Waktu

 [ Pentingnya Waktu ]

Manfaatkan waktu sisa yang ada, sebelum waktu kesempatan beramaal dicabut oleh sang Maha Kuasa. Penyesalan pasti akan ada nantinya, ketika kita banyak mengisi waktu sisa ini dengan hal yang sia-sia. Jangan sampai kita tergolng orang yang memohon diberikan waktu tambahan kepada Allah SWT, seperti apa yang telah dikisahkan dalam Firman-Nya. Sebenernya sudah banyak waktu, hanya kitanya saja yang tak mau memanfatkan. Sebenernya sudah banyak waktu, hanya kitanya saja yang pandai membuat beribu alasan demi memuaskan hawa nafsu. Wajar terkadang memang kita tergelincir mengikuti hawa nafsu. TAPI akankah kita terus biarkan tanpa ada perlawanan????

19 October 2020

Kumpulan Doa Dalam Al Qur'an

 Berikut ini kumpulan doa-doa yang dahsyat karena doa-doa ini terdapat dalam Al Qur’anul Karim.

1. Doa mohon ampunan dan rahmat Allah

ุฑَุจِّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ุฃَู†ْ ุฃَุณْุฃَู„َูƒَ ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู„ِูŠ ุจِู‡ِ ุนِู„ْู…ٌ ูˆَุฅِู„َّุง ุชَุบْูِุฑْ ู„ِูŠ ูˆَุชَุฑْุญَู…ْู†ِูŠ ุฃَูƒُู†ْ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَุงุณِุฑِูŠู†َ

Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Huud: 47).

ุฑَุจَّู†َุง ุขู…َู†َّุง ูَุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَุงุฑْุญَู…ْู†َุง ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠู†َ

Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik” (QS. Al Mu’minun: 109).

ุฑَุจِّ ุงุบْูِุฑْ ูˆَุงุฑْุญَู…ْ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ุฑَّุงุญِู…ِูŠู†َ

Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik” (QS. Al Mu’minun: 118).

ุฑَุจَّู†َุง ุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ุฐُู†ُูˆุจَู†َุง ูˆَุฅِุณْุฑَุงูَู†َุง ูِูŠ ุฃَู…ْุฑِู†َุง ูˆَุซَุจِّุชْ ุฃَู‚ْุฏَุงู…َู†َุง ูˆَุงู†ْุตُุฑْู†َุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْู‚َูˆْู…ِ ุงู„ْูƒَุงูِุฑِูŠู†َ

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Al Imran: 147).

ุฑَุจَّู†َุง ุฅِู†َّู†َุง ุขู…َู†َّุง ูَุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ุฐُู†ُูˆุจَู†َุง ูˆَู‚ِู†َุง ุนَุฐَุงุจَ ุงู„ู†َّุงุฑِ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Imran: 16).

ุฑَุจَّู†َุง ุฅِู†َّู†َุง ุณَู…ِุนْู†َุง ู…ُู†َุงุฏِูŠًุง ูŠُู†َุงุฏِูŠ ู„ِู„ْุฅِูŠู…َุงู†ِ ุฃَู†ْ ุขู…ِู†ُูˆุง ุจِุฑَุจِّูƒُู…ْ ูَุขู…َู†َّุง ุฑَุจَّู†َุง ูَุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ุฐُู†ُูˆุจَู†َุง ูˆَูƒَูِّุฑْ ุนَู†َّุง ุณَูŠِّุฆَุงุชِู†َุง ูˆَุชَูˆَูَّู†َุง ู…َุนَ ุงู„ْุฃَุจْุฑَุงุฑِ ุฑَุจَّู†َุง ูˆَุขุชِู†َุง ู…َุง ูˆَุนَุฏْุชَู†َุง ุนَู„َู‰ ุฑُุณُู„ِูƒَ ูˆَู„َุง ุชُุฎْุฒِู†َุง ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฅِู†َّูƒَ ู„َุง ุชُุฎْู„ِูُ ุงู„ْู…ِูŠุนَุงุฏَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbaktiYa Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji” (QS. Al Imran: 193-194).

ุฑَุจِّ ุฅِู†ِّูŠ ุธَู„َู…ْุชُ ู†َูْุณِูŠ ูَุงุบْูِุฑْ ู„ِูŠ ูَุบَูَุฑَ ู„َู‡ُ ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ

Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Qashash: 16).

ุฑَุจَّู†َุง ู„َุง ุชُุคَุงุฎِุฐْู†َุง ุฅِู†ْ ู†َุณِูŠู†َุง ุฃَูˆْ ุฃَุฎْุทَุฃْู†َุง ุฑَุจَّู†َุง ูˆَู„َุง ุชَุญْู…ِู„ْ ุนَู„َูŠْู†َุง ุฅِุตْุฑًุง ูƒَู…َุง ุญَู…َู„ْุชَู‡ُ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِู†َุง ุฑَุจَّู†َุง ูˆَู„َุง ุชُุญَู…ِّู„ْู†َุง ู…َุง ู„َุง ุทَุงู‚َุฉَ ู„َู†َุง ุจِู‡ِ ูˆَุงุนْูُ ุนَู†َّุง ูˆَุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَุงุฑْุญَู…ْู†َุง ุฃَู†ْุชَ ู…َูˆْู„َุงู†َุง ูَุงู†ْุตُุฑْู†َุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْู‚َูˆْู…ِ ุงู„ْูƒَุงูِุฑِูŠู†َ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Al Baqarah: 286).

ุฑَุจَّู†َุง ุธَู„َู…ْู†َุง ุฃَู†ْูُุณَู†َุง ูˆَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุชَุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَุชَุฑْุญَู…ْู†َุง ู„َู†َูƒُูˆู†َู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَุงุณِุฑِูŠู†َ

Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf: 23).

2. Doa agar tergolong orang-orang beriman

ุฑَุจِّ ู‡َุจْ ู„ِูŠ ุญُูƒْู…ًุง ูˆَุฃَู„ْุญِู‚ْู†ِูŠ ุจِุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ ูˆَุงุฌْุนَู„ْ ู„ِูŠ ู„ِุณَุงู†َ ุตِุฏْู‚ٍ ูِูŠ ุงู„ْุขุฎِุฑِูŠู†َ ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†ِูŠ ู…ِู†ْ ูˆَุฑَุซَุฉِ ุฌَู†َّุฉِ ุงู„ู†َّุนِูŠู…ِ

Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. an jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan” (QS. Asy Syu’ara: 83-85).

ุฑَุจَّู†َุง ุขู…َู†َّุง ูَุงูƒْุชُุจْู†َุง ู…َุนَ ุงู„ุดَّุงู‡ِุฏِูŠู†َ

Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad)” (QS. Al Maidah: 83).

3. Doa agar diberikan keturunan yang shalih

ุฑَุจِّ ู„َุง ุชَุฐَุฑْู†ِูŠ ูَุฑْุฏًุง ูˆَุฃَู†ْุชَ ุฎَูŠْุฑُ ุงู„ْูˆَุงุฑِุซِูŠู†َ

Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS. Al Anbiya: 89).

ุฑَุจِّ ู‡َุจْ ู„ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh” (QS. Ash Shaffat: 100).

ุฑَุจِّ ู‡َุจْ ู„ِูŠ ู…ِู†ْ ู„َุฏُู†ْูƒَ ุฐُุฑِّูŠَّุฉً ุทَูŠِّุจَุฉً ุฅِู†َّูƒَ ุณَู…ِูŠุนُ ุงู„ุฏُّุนَุงุกِ

Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (QS. Al Imran: 38).

ุฑَุจَّู†َุง ู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง ู‚ُุฑَّุฉَ ุฃَุนْูŠُู†ٍ ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ ุฅِู…َุงู…ًุง

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).

4. Doa mohon ampunan bagi kedua orang tua dan kaum mukminin

ุฑَุจَّู†َุง ุงุบْูِุฑْ ู„ِูŠ ูˆَู„ِูˆَุงู„ِุฏَูŠَّ ูˆَู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูŠَูˆْู…َ ูŠَู‚ُูˆู…ُ ุงู„ْุญِุณَุงุจُ

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim: 41).

ุฑَุจَّู†َุง ุงุบْูِุฑْ ู„َู†َุง ูˆَู„ِุฅِุฎْูˆَุงู†ِู†َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุณَุจَู‚ُูˆู†َุง ุจِุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†ِ ูˆَู„َุง ุชَุฌْุนَู„ْ ูِูŠ ู‚ُู„ُูˆุจِู†َุง ุบِู„ًّุง ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฑَุจَّู†َุง ุฅِู†َّูƒَ ุฑَุกُูˆูٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hasyr: 10).

ุฑَุจِّ ุงุบْูِุฑْ ู„ِูŠ ูˆَู„ِูˆَุงู„ِุฏَูŠَّ ูˆَู„ِู…َู†ْ ุฏَุฎَู„َ ุจَูŠْุชِูŠَ ู…ُุคْู…ِู†ًุง ูˆَู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ ูˆَู„َุง ุชَุฒِุฏِ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ ุฅِู„َّุง ุชَุจَุงุฑًุง

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan” (QS. Nuh: 28)



18 September 2020

Berburuk Sangka

Janganlah tergesa-gesa menilai seseorang memiliki sifat A, B, dan seterusnya. Tugas kita bukan sibuk menilai orang, tapi tugas kita itu menilai diri sendiri yang sebenarnya penuh kekurangan di mata Allah SWT. Pandailah melihat segala kekurangan diri, dengan hal itu membuat diri pandai memperbaiki diri. Jangan berburuk sangka sama orang, karena yang tau betul isi hati seseorang itu hanya Allah dan orang yang bersangkutan. Jangan banyak berburuk sangka sama orang, karena bisa jadi orang yang di buruk sangka itu mempunyai amalan tersembunyi yang membuat Allah ridho. Makanya kalo mau nilai orang jangan buru-buru, jangan cepet berburuk sangka, harus bener-bener tabayyun 

Jangan Meremehkan

Banyak sesorang yang merasa mulia dengan gelar dan jabatan yang diraihnya. Namun, sebagai seorang yang beriman harus menyakini bahwa iman dan taqwa itulah yang dilihat oleh Allah SWT. Ada orang yang memiliki jabatan dan gelar tinggi, tetapi dia menganggap orang lain rendah dan itulah yang tidak disukai Allah SWT. 

Merasa mulia dengan gelar dan jabatan harus dihindari, karena Allah tidak mamandang itu. Jangan sampai gelar dan jabatan kita menjadi penghancur amal soleh kita, karena kita banyak meremehkan orang lain. Tidak salah memiliki gelar dan jabatan tinggi, kalau keduanya membuat kita tidak menyombongkan diri. 

Menjaga Pandangan

Mata adalah sahabat sekaligus penuntun bagi hati. Mata mentransfer berita-berita yang dilihatnya ke hati sehingga membuat pikiran berkelana karenanya. Karena melihat secara bebas bisa menjadi faktor timbulnya keinginan dalam hati, maka syariat yang mulia ini telah memerintahkan kepada kita untuk menundukkan pandangan kita terhadap sesuatu yang dikhawatirkan menimbulkan akibat yang buruk.

Menundukkan pandangan mata merupakan dasar dan sarana untuk menjaga kemaluan. Oleh karena itu, dalam QS. An-Nur/24 ayat 30 dan 31 , Allah Ta’ala terlebih dulu menyebutkan perintah untuk menahan pandangan mata daripada perintah untuk menjaga kemaluan.

Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata.

Di zaman sekarang ini, sungguh berat memang fitnah yang ada di sekeliling kita. Ketika kita keluar rumah, maka kita segera dikepung dengan fitnah yang dapat menggoda pandangan kita ke arah yang haram. Terlihatlah oleh pandangan kita, wanita-wanita yang keluar rumah tanpa menutup aurat, tanpa sedikit pun rasa malu di hadapan Allah Ta’ala yang telah menciptakan dan memberikan berbagai nikmat kepadanya. Sebagian mengenakan pakaian yang ketat, sebagian mengenakan rok mini, dan sebagian lagi mengenakan pakaian yang transparan. Mereka berpakaian, akan tetapi pada hakikatnya telanjang. Bisa jadi ketika iman dan rasa takut kita kepada Allah Ta’ala sedang luntur, maka dengan mudah kita mengumbar pandangan dan syahwat kita itu dan melalaikan perintah Allah Ta’ala kepada kita. Dan ketika pandangan mata bisa membangkitkan nafsu birahi, maka dari pandangan mata itu pula bisa menjerumuskan kita kepada kerusakan yang besar, seperti onani, masturbasi, sampai ke zina yang sesungguhnya.

17 August 2020

Perlu Menyendiri

Diri ini perlu menyendiri, tanpa seorang pun mengetahui. Menyendiri untuk merenungi segala kemaksiatan yang telah dilakukan selama ini. Merenungi, bahwasannya selama ini diri ini sering melakukan pembenaran diri dan tak merasa mengingkari aturan Sang Ilahi Rabbi. Merenungi, bahwasannya diri ini banyak tak mensyukuri nikmat-Nya yang begitu luas dan tak terhingga jumlahnya. Merenungi, bahwasannya nikmat pengliatan ini,  sering di pergunakan melihat sesuatu yang membuat Allah itu tidak ridho. Merenungi, bahwasannya nikmat pandai bicara diri ini, sering dipergunakan untuk melakukan sesuatu yang mengotori hati. Merenungi, segala aktivitas anggota badan ini, apakah nanti bisa meringankan hisab atau bahkan membebani hisab?? Karena semuanya akan dipertanggung jawabkan, termasuk anggota badan ini

Mari merenungi diri, memikirkan segala kemaksiatan diri, sebelum kematian menghampiri

Merdeka


Merdeka bukan cuman terjauhkan dari penjajah, namun juga dijauhkan segala hal yang menjajah hati manusia dengan syahwat dan hawa nafsu yang mendorong kepada kemaksiatan untuk menjauhkan ketaatan kepada-Nya

Syahwat dan hawa nafsu itulah musuh terbesar dalam diri ini. Ia bisa saja mengendalikan diri ini, sampai puncaknya diri ini tak merasa bersalah dan berdosa ketika hidupnya dipenuhi maksiat. Sebagai hamba yang merindu syurga, seharusnya terus berjuang tanpa henti melawan syahwat dan hawa nafsu. Jangan sampai letih dan putus asa, karena ini lah perjuangan menuju kebahagian yang abadi. Sebuah kebahagian dimana diri ini bisa menikmati syurga yang telah dijanjikan oleh-Nya. Sebuah kebahagian juga ketika diri ini bisa tinggal bersama rosulullah saw di syurga. 

Ayo di momen hari kemerdekaan ini, mulailah berjuang melawan syahwat dan hawa nafsu yang senantiasa mengarahkan diri ini terus bermaksiat kepada-Nya

10 August 2020

Bersyukurlah

Segala nikmat dari-Nya terus datang, tak ternilai jumlahnya

Sikap, reaksi, dan respon dari nikmat-Nya lah, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan

Apakah mensyukuri atau mengkufuri nikmat?

Apakah mempermudah hisab atau mempersulit hisab ?

๐Ÿƒ

"Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?"

(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 68)

๐Ÿƒ

"Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?"

(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 69)

๐Ÿƒ

"Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?"

(QS. Al-Waqi'ah 56: Ayat 70)

๐Ÿƒ

๐Ÿ“ท20 Dzulhijjah 1441 H

04 August 2020

Renungan Diri

[ Renungan Diri ]

Tugas kita menanam benih-benih amal sholeh dalam hati, bukan sibuk memasang topeng demi penilaian makhluk

Tugas kita mengumpulkan segala bekal terbaik, di kala waktu diliat banyak orang maupun ketika sendiri tak seorang pun mengetahui

Berbagai cara dilakuin buat memasang topeng di media sosial, demi gelar dari makhluk bukan ridho sang ilahi

Lantas, apa yang harus dipertanggungjawabkan nanti, ketika segala yang dilakukan tidak murni ikhlas karena Allah swt???

Mulai pagi ini, mari merenuhi diri, sebelum ajal menghampiri

《》《》《》《》《》《》《》《》

Kita memang sedang berlomba, tapi bukan meraih kesenangan yang dalamnya hanya omong kosong fana. Kita berlomba untuk melahirkan amal terbaik, untuk taqwa. 

Berhasilnya bukan didapat dari pengakuan manusia, tapi Allah yang jauh lebih tahu kualitas amal kita meski tak ada mata yang menatap.

Berhenti dibohongi citra manusia. Tiap kita punya kisah yang berbeda. Dan kisah kit sudah sempurna. Syukurilah.

By. Sholah Ayub

10 July 2020

Ikhlas

Mungkin ikhlas itu permata; berkilau karena tiada henti diasah dengan ‘amal bermakna, walau kadang ada rasa tersiksa.
Mungkin ikhlas itu emas; murninya karena dilelehkan panas; dibakar agar kerak dan noda terlepas; hingga kilaunya jelas
Mungkin ikhlas itu mutiara. Terbentuk karena ada yang luka. Jauh di kedalaman samudera. Perlu keberanian tuk meraihnya.
( Salim A. Fillah )
Niat yang ikhlas harus tertatam kokoh dalam diri setiap hamba dalam menjalankan segala perintah dan larangan yang telah Allah syariatkan dalam Al qur'an. Dengan mengabaikan niat yang ikhlas, bisa jadi segala perbuatan yang dilakukan bermakna sia sia dihadapan Allah swt. 
Menanamkan niat yang ikhlas bukanlah perkara yang mudah, butuh perjuangan agar ikhlas itu benar benar menyatu dalam hati seorang hamba. Hawa nafsu yang ada dalam diri, terus menyetir dan berusaha mengendalikan, akan tetapi bukan berarti seorang hamba berpasrah diri dan tak mau meraihnya. Ikhlas akan tertanam dalam hati, ketika seorang hamba terus meminta pertolongan Allah swt. 
Setan pun hadir dalam perjuangan menghadirkan ikhlas dalam hati, setan berusaha membelokkan niat suatu ibadah seorang hamba agar tidak semata-mata dikerjakan karena Allah swt. Setan itu emang kreator pembuat iklan yang cerdas, ia bisa mempromosikan suatu kebatilan menjadi suatu kebenaran di mata manusia. Tapi seorang hamba tak boleh lemah, harus terus melawan tipu daya setan itu. 
Bayangkan perasaan kita gimana, kalau
Lantunan ayat suci Al Quran tiap hari
Hafalan Al Quran terus diperjuangkan
Shalat fardhu dan segala shalat sunnah lainnya dikerjakan
Puasa wajib, puasa sunnah dikerjakan
Haji pun ditunaikan
Dan segala amal shaleh dikerjakan
TAPI, Allah berkata " Sia sia amalan kalian, kalian beramal bukan karena-Ku, tapi karena pujian manusia dan kesenangan dunia yang kalian inginkan "
Sia sia bukan, ketika amal shaleh tanpa niat ikhlas??
Yok bisa yok, tanamkan ikhlas dalam hati, lakukan segala amal ibadah karena Allah swt.

29 June 2020

DIA PASTI DATANG


Dia pasti datang, mau kita undang maupun tidak

Dia pasti datang tepat waktu menghampiri, tanpa bisa dinegosiasi

Kapanpun dan dimanapun Dia menghampiri, tanpa memberi kabar

Iyaa Dialah KEMATIAN, setiap yang bernyawa akan mengalami dan merasakan
Apalagi kita sebagai hamba yang tujuan utama diciptakan adalah untuk beribadah dan mentauhidkan Yang Maha Pencipta

LANTAS, seberapa besar persiapan kita menyambut kematian ?

16 June 2020

Sebuah Kutipan Singkat dari Sebuah Buku

Saat kulihat tubuh Talhah terkoyak-koyak di tengah perang Uhud. Satu tangan menghunuskan pedang, tangan lainnya menghalau musuh, sedang seluruh tubuhnya ditikam pedang dari segala penjuru demi melindungi Rasulullah saw. Aku melihat cinta

Saat kulihat Siti Khadijah, perempuan konglomerat bermahkota kehormatan, bermandikan gemilang karier, berhiaskan popularitas, mau menghabiskan seluruh hartanya untuk dakwah, juga rela menemani suaminya hidup menderita dalam tekanan embargo. Aku melihat cinta

Saat kulihat Abu Bakar, menahan sakitnya gigitan ular di dalam kegelapan gua, demi Rosulullah saw bisa tertidur lelap. Juga saat Abu Bakar memberikan seluruh harta, waktu, dan pikirannya tanpa sisa demi perjuangan Rosulullah saw, aku melihat cinta

Saat kulihat Asma, mengumpulkan segenap keberaniannya, melawan rasa takut, menahan sakit dan tangis, didepan bentakan Abu Jahal yang menyoalkan kepergian ayahnya ke Madinah. Juga
saat kulihat Asma yang tengah mengandung tua mendaki bukit terjal berbatu belasan kilometer. Berjalan tertatih demi membawakan sang Ayah dan Rosulullah saw sebuah makanan. Aku
melihat cinta

Begitu mereka mengungkapkan cinta. Ternyata tak sesederhana hati yang berbunga-bunga, atau merindu kedatangan pujangga. Seluruh hidupnya tentang pembuktian cinta. Begitu serius, dalam,  dan tak pernah main-main. Karena mereka tahu, untuk berkumpul dengan Rosulullah saw di surga yang tertinggi dalam keabadian, juga bukan perkara main-main.
Kalau begitu, sudah seperti apa kita mengungkapkan sebuah cinta? Akankah kelak bisa berkumpul bersama?
-------------------------------------------------------------------
Cinta bukanlah sesuatu yang hanya diucapkan di lisan saja, yang terpenting adalah bagaimana
bisa membuktikan cinta itu dalam suatu tindakan yang telah Allah SWT syariatkan dan yang telah dicontohkan Rosulullah SAW.

“Saya mencintai Allah”
“Sya mencintai Rosullah SAW”
“Saya mencintai Al-Quran”
Iya kata-kata tersebut mudah tuk diucapkan. Namun, pembuktian cinta itulah yang harus
diperjuangkan demi mendapatkan kenikmatan Syurga yang telah dijanjikan Allah dalam firman-
firman-Nya
Iya sebuah perjuangan yang harus dilalui, tantangan pun terus mengampiri, tetapi ketika seorang hamba terus berusaha karena-Nya dan terus berdoa kepada-Nya meminta segala
kemudahan. Insyaallah, Allah akan membantu perjalan hambanya meraih kenikmatan surga,
Aamiin

12 June 2020

Cinta itu Penuntun?

[ Cinta itu penuntun? ]

Ya cinta itu penuntun dalam hidup. Cinta bisa menuntun kita ke jalan yang dimurkai Allah dan juga bisa menuntun kejalan yang diridhoi dan dicintai Allah. Maka ikhwan dan akhwat harus ati-ati tu masalah cinta, jadi cinta yang selama ini ditanam dalam hati itu cinta yang bisa menuntun ke jalan yang dimurkai Allah atau menuntun kejalan yang diridhoi dan dicintai Allah??

Diantara contohnya yaitu :

Orang berzina itu awalnya dasar cinta, ya cinta yang tidak diikat dengan cinta kepada Allah. Sehingga segala batasan dan syariat Allah pun diabaikan , so zina pun dianggap hal biasa.

Orang yang mencuri atau sejenisnya itu atas dasar cinta, iya cinta yang berlebihan terhadap harta yang tidak diikat cinta kepada Allah. Sehingga segala batasan dan syariat Allah pun diabaikan.

Semoga cinta yang selama ini kita tanam dalam hati bisa menuntun ke jalan yang diridhoi Allah,
Aamiin Ya Rabbal'alamiin


Mari Merenungi Diri yang Penuh Dosa ini

Segala nikmat telah Allah berikan, seberapa besar mensyukurinya??
Segala janji mulia telah Allah sampaikan dalam firman-Nya, seberapa besar kita menjemput dan meraihnya??
Segala peringatan telah Allah sampaikan dalam firman-Nya, seberapa besar kita berusaha mentaatinya??
Segala kisah pelajaran telah Allah sampaikan dalam firman-Nya, seberapa besar kita memahaminya?

Terkadang bahkan sering kita melalaikan segala peringatan yang Allah sampaikan, tetapi Dia pun masih memberikan kesempatan kita semua untuk memperbaiki dan memohon ampun kepada-Nya.

Banyak yang meraih cinta manusia dengan cara luar biasa, segala waktu ia luangkang agar mendapatkan cinta manusia. Akan tetapi mengapa si kita tidak berkorban meluangkan waktu tuk meraih cinta Allah? Padahal Allah  telah memberikan segala nikmat ke kita tak tanggung dan bahkan tidak bisa dihitung, tiap detik pun kita masih menghirup oksigen, mata masih normal memandang dunia, dan nikmat-nikmat lainnya.

Mari intopeksi diri
Mari memikirkan segala aib kita
Mari memikirkan sega dosa-dosa kita
Mari perbanyak istighfar dan memohon ampun kepda Yang Maha Pengampun


-------------------------------------------------------------------

ู‚َุง ู„َุง ุฑَุจَّู†َุง ุธَู„َู…ْู†َุงۤ ุงَู†ْูُุณَู†َุง ูˆَุงِ ู†ْ ู„َّู…ْ ุชَุบْูِุฑْ ู„َู€ู†َุง ูˆَุชَุฑْุญَู…ْู†َุง ู„َู€ู†َูƒُูˆْู†َู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎٰุณِุฑِูŠْู†َ
qoolaa robbanaa zholamnaaa anfusana wa il lam taghfir lanaa wa tar-hamnaa lanakuunanna minal-khoosiriin

"Keduanya berkata, Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 23)


29 May 2020

Jangan Engkau Tinggalkan

[ Jangan Engkau Tinggalkan Kebiasaan Mulia Itu, Walaupun Ia Telah Pergi๐Ÿ˜ข] .
.
.
Segala amal ibadah yang telah  dilakukan selama Ramadhan jangan sampai terkikis oleh perbuatan yang tidak penting yang berasal dari diri kita sendiri

lantunan kalimat taubat yang telah dihadirkan selama bulan ramadhan bahkan sampai meneteskan air mata. Jangan sampai engkau tinggalkan, bisa jadi lantunan kalimat taubat itu bisa menghapus segala dosa-dosa InsyaAllah Aamiin

Lantunan ayat-ayat suci Al-quran yang menghiasi setiap waktu di bulan ramadhan jangan engkau tinggalkan, bisa jadi Al quran itu bisa memberi pertolongan ana dan antum ketika di Hari Kiamat InsyaAllah Aamiin

Kekuatan akidah yang tertanam kokoh diiringi kesungguhan ibadah selama Ramadhan harus menjadi landasan  penting dalam menjalani hari-hari ke depan diikuti rasa syukur.
Hari-hari di bulan Syawwal semoga menjadi hari-hari kegembiraan dengan hal-hal yang baik, sebelas bulan ke depan dijadikan sebagai bulan-bulan pembuktian bahwa kita telah mendapatkan derajat taqwa dan kelak kita dipertemukan dengan Bulan Mulia itu, Aamiin. .
.
.
.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
Taqabbalallahu minna wa minkum

2 Syawal 1441 H
๐Ÿ“ท Kelurahan Mojopahit, Lampung Tengah

14 May 2020

Malam Kemulian


[ Malam Kemulian Akan Datang, Ya itulah Malam Lailatul Qadr ]
.
.
Sebuah malam yang Allah hadihkan untuk umat Islam, Sebagai tanda kasih sayang Allah kepada Umat Nabi Muhammad SAW
.
.
Sebuah malam, dimana segala amalan yang dikerjakan akan dinilai seperti beramal lebih dari seribu bulan
.
.
Sebuah malam yg sangat tepat untuk dijadikan waktu untuk memohon ampun segala dosa-dosa, dengan penuh harap mendapatkan Ampunan-Nya
.
.
Sebuah malam yang sangat dirindukan dan dinantikan  rosulullah saw dan para sahabatnya, rasulullah saw pun memperbanyak amal ibadahnya bahkan beliau sujud dengan lamanya dan diikuti para sahabatnya dengan penuh kekhusu'an
.
.
Rosulullah saw pun yang Allah jamin masuk surga pun masih sangat merindukan malam mulia itu, akankah ana dan antum yang banyak dosa ini tidak menantikan malam kemulian itu??? .
.
Mari kencengin lagi amal ibadah di sepuluh terakhir bulan mulia ini, sapa tau Allah izinkan  mendapatkan malam kemulian itu dan  bisa meningkalkan bulan mulia ini dengan mendapatkan ampunan-Nya dan mendapatkan gelar Taqwa, Aamiin yaa Rabbal'aalamiin
.
.
21 Ramadhan 1441 H

06 May 2020

Jangan Bosan Berdoa

Siapa yang tidak pernah merasa letih dalam hidup ini??
Siapa yang tidak pernah merasa putus asa menjalani hidup ini??
Siapa yang tidak pernah punya rasa khawatir??
Iya semua itu pasti sudah pernah dirasakan oleh setiap insan. Suatu yang mustahil bila kita endak pernah merasakan itu semua. Dalam menjalani kehidupan yang penuh sementara ini, pasti ada masanya kita terjebak dalam suatu permasalahan hidup yang membuat diri ini  berat tuk menjalani. Terkadang juga kita mencari teman curhat, akan tetapi tidak menyelesaikan masalah. 

Sebagai seorang hamba yang beriman, seharusnya bisa menjadikan doa sebagai senjata paling ampuh tuk mencurahkan segala keluhan yang dideritanya. Dengan berdoa, InsaAllah segala permasalahan kita didengar kok sama Allah. Bukankah Allah itu Maha Mendengar, artinya kita tu disuruh sama Allah kalo ada masalah itu berdoa aja, seolah-olah Allah tu bilang sama kita semua"Berdoalah kepadaku,Pasti Aku Dengar". Allah endak mendengarkan doa kita aja, tapi Allah tu memberikan solusi terbaik tuk kita. Apalagi kalo kita berdoa memohon ampun kepada Allah, InsyaAllah dosa kita terampuni. Allah tu sebenrnya cinta banget sama hambanya, tapi terkadang ada Hamba yang tak mau meraih cinta-Nya. Sebenarny juga Allah tu selalu mendengar doa-doa kita, tapi terkadang ada hamba yang bosan untuk berdoa. Yok dibulan yang mulia ini kita terus berdoa kepada Allah, jangan sampai bosan untuk berdoa, jangan bosan untuk bertaubat. Dengan banyak berdoa dan bertaubat dibulan mulia ini, insyaAllah ana dan antum para pembaca tulisan ini, bisa menjadi hamba yang mendapatkan suatu kemulian yang dijanjikan Allah kepada hamba-hamba yang beriman


13 Ramadhan 1441 H

03 May 2020

Kenali-lah Allah

ู…َู†ْ ุนَุฑَูَ ุงู„ู„ู‡َ ุจِุฃَุณْู…َุงุฆِู‡ِ ูˆَุตِูَุงุชِู‡ِ ูˆَุฃَูْุนَุงู„ِู‡ِ ุฃَุญَุจَّู‡ُ ู„ุงَู…َุญَุงู„َุฉَ
Barang siapa yang mengenal Allah melalui nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya, pasti dia akan mencintai-Nya!” 
(Ibnul Qayyim, Al-Jawabul Kafi)

Ada dua nama Allah yang begitu dekat di telinga kaum muslimin. Ada dua nama Allah yang begitu lekat di lisan kaum mukminin. Ada dua nama Allah yang tertera dalam lafal basmalah. Ada dua nama Allah yang menjadi bagian surat Al-Fatihah. Ada dua nama Allah yang begitu indah. Dua nama itu adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Ar-Rahman memiliki arti Maha Pengasih. Dia lah Allah yang sangat mengasihi setiap Hambanya, dalam Al-Quran banyak perintah dan larangan yang harus ditaati seorang hamba. Perintah dan larangan itu ada demi kebaikan kita semua juga dan bukti bahwa Allah itu Maha Pengasih. Karena ketika seorang hamba taat dan patuh kepada perintah dan larangan Allah, maka InsyaAllah akan mendapatkan kebahagian dan ketentraman.

Ar-Rahim memiliki arti Maha Penyayang. Dialah Allah yang sangat menyayangi hamba-hambanya. Kasih sayangnya Allah tu tak terhingga, bahkan kita sebagai hamba gk mungkin bisa menghitungnya dengan theorema apapun. 

Sebagai seorang hamba yang beriman harus sadar, bahwa semua kenikmatan yang Allah berikan itu tidak lain adalah agar hambanya bersyukur dan mendekatkan diri kepada-Nya

Telah banyak kasih sayang yang Allah berikan kepada kita semua, sudahkan kita bersyukur dan dipergunakan tuk meraih cinta-Nya???
Ada orang yang tidak bisa melihat, itu bukan berarti Allah tidak sayang. Akan tetapi Allah ingin dengan buta matanya, hamba tersebut bisa menundukkan pandangan dari hal-hal yang dibenci oleh-Nya. Bahkan MasyaAllah, ada hamba yang buta matanya akan tetapi bisa menghaflkan Al-Quran. Akankah kita semua yang Allah berikan kelebihan, tidak memanfaatkan kenikmatan dan kasih sayang Allah ini untuk beribadah kepada-Nya???


16 April 2020

Kepala Keluarga yang Menginspirasi


Bissmillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sekarang saya ingin menceritakan seorang Kepala Keluarga yang sederhana yang menginspirasi. Dengan harapan, setelah membaca cerita ini, kita semua terinspirasi untuk menjadi orang yang saling membantu dan bermanfaat untuk sesama. Dalam cerita kali ini, saya tidak menyebutkan nama asli, tempat tinggal, dan sejenisnya. Walaupun demikian, tidak akan menghilangkan segala kandungan hikmah yang bisa kita semua petik dan di aplikasikan dalan kehidupan sehari-hari.

Di suatu desa terdapat kepala keluarga yang kehidupanya bisa dibilang sederhana. Kepala keluarga tersebut bernama Bapak Aldiansyah. Bapak Aldiansyah bekerja sebagai seorang petani. Beliau menghidupi seorang istri dan dua anaknya yang masih mengenyam pendidikan formal. Anak pertama bernama Reni, anak perempuan berumur 9 tahun dan sekarang duduk di kelas 4 SD. Anak kedua bernama Rafli, anak laki-laki berumur 5 tahun dan sekarang masih menempuh pendidikan TK. Bapak Aldiansyah adalah orang yang sangat bekerja keras, demi manafkahi istrinya dan menyekolahkan kedua anaknya. Setiap pagi, setelah anak-anaknya berangkat sekolah, Bapak Aldiansyah pergi kesawah untuk merawat tanamannya disawah. Karena sekarang musim penghujan, Beliau dan masyarakat Desa menanam padi.

Luas lahan yang dimiliki Bapak aldiansyah tidaklah luas, hanya seluas 2500 meter persegi atau 1/4 hektare. Oleh sebab itu, terkadang hasil yang didapat tidak terlalu tinggi. Akan tetapi Bapak Aldiansyah merupakan orang yang sabar dan bersyukur kepada Sang Pencipta. Beliau menerima segala ketetapan yang Allah berikan dalam keluarganya. Beliau berkeyakinan bahwa Allah lah yang mengatur segala rizki, sehingga Beliau yakin bahwa rizki yang telah didapatlan sekarang ini adalah rizki yang bisa memenuhi segala kebutuhannya.

Kedua anak Bapak Aldiansyah, merupakan anak yang bisa mengerti keadaan perekonomian orangtuanya. Reni dan Alfi, tidak terlalu meminta hal-hal yang memberatkan orangtuanya seperti teman-temanya di sekolah.

Waktu mudanya, Bapak Aldiansyah mengeyam pendidkan islam dan tiga tahun mondok. Sehingga, beliau mempunyai pengetahun islam yang cukup baik. Setiap sore, beliau mengajar di pondok pesantren Babussalam yang terletak di desanya. Beliau sangat ikhlas menjalani itu semua, walaupun gaji yang diperoleh tidak terlalu tinggi. Karena bagi Bapak Aldiansyah gaji tidak terlalu penting, yang terpenting bagi beliau adalah bisa berbagi ilmu kepada orang lain, sehingga ketika ilmu yang beliau sampaikan diamalkan maka itu juga akan menjadi amal jariyah untuk beliau.

Di desa, Beliau juga sering mengisi pengajian ba'da Isya di sekitar masjid. Beliau sangat bersemangat dalam menebar kebaikan, salah satunya menyampaikan ilmu yang telah dipahami kepada murid-murid di pondok Babussalam dan masyarakat sekitar melaluli kajian rutin ba'da Isya. Beliau melakukan itu semua tidak lain adalah untuk mengamalkan pengetahuan islam yang telah dipelajarinya. Beliau tidak mau, ilmu yang telah dipelajari menjadi bumerang karena tidak diamalkan dan disampaikan kepada banyak orang.

Bapak Aldiansyah merupakan sosok yang sangat perhatian terhadap istri dan anak-anaknya. Setiap ba'da maghrib, beliau mengajak keluarganya untuk membaca Al-Quran dan terkadang beliau isi tausiah singkat.

Di balik kesederhanannya, Beliau juga sering berbagi hasil panennya. Beliau membagikan kepada para dhuafa dan anak-anak yatim dilingkungan rumahnya. Beliau juga selalu mengeluarkan zakat mal. Beliau setorkan zakat ke pengurus masjid tempat tinggalnya. Selain membayar zakat mal, beliau pun rutin dan tidak pernah meninggalkan zakat fitrah. Menurut beliau, semua itu dilakukan sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.

Dari kisah tersebut, kita bisa mengambil pelajaran. Hidup penuh kesederhanaan tidak akan merendahkan harga diri, justru ketika kita terus mengejar ridho Allah SWT, maka akan menjadi mulia dimata Allah SWT. Sebagai orang yang berpengetahuan, seharusnya bisa saling berbagi keilmuannya kepada orang-orang, karena bisa jadi ilmu yang kita sampaikan akan menjadi amal jariah. Sebagai seorang muslim sejati, seharusnya tidak lupa membayar zakat, karena sebagian harta kita terdapat sebagian hak orang lain.

Dengan mengeluarkan Zakat, banyak kebaikan yang bisa didapatkan. Diantaranya adalah :
1. Mempererat tali persaudaraan, antara masyarakay yang kurang mampu dalam segi finansial dengan masayarakat yang mampu dalam segi finansial.
2. Sebagai pembersihan harta yang dimili seorang hamba, dan juga agar terhindar dari sifat ketamakan harta.
3. Mendapatkan pahala yang besar, karena telah mengungkapkan rasa bersyukur atas segala nikmat rizki yang telah didapatkan.

Dan masih banyak lagi segala kebaikan yang Allah janjikan, kepada orang-orang yang melaksanakan segala perintah yang Allah perintahkan. Sebagai seorang muslim juga Harus amar ma'ruf nahi munkar, menebarkan kebaikan, nasihat-nasihat. Karena semua itu, merupakan hal-hal yang insyaallah mendatangkan ridho Allah swt dan memperoleh pahala.

Mari bersama membersihkan harta kita semua, dengan Zakat, infak dan sedekah
Melalui dompetdhuafa.org , insyaallah akan diberikan kepada orang yang berhak menerima. Atau bisa melaluli lembaga zakat, infak, dan sedekah di daerah masing-masing. Dan juga bisa kita berikan secara langsung kepada orang yang berhak menerima.

Baik, demikianlah kisah singkat menginspirasi. Semoga kisah tersebut bisa kita ambil pelajaran berharga

Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

10 April 2020

Kematian Itu Pasti


*ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ*


๐Ÿƒ๐ŸŒท *KEMATIAN ITU PASTI AKAN DATANG* ๐ŸŒท๐Ÿƒ

Persiapkanlah diri kita untuk menghadapinya.
——————————-

Allah -Ta’ala- mengingatkan hal itu pada tiga tempat dalam Al-Qur`an;

1️⃣➖ Dalam surat Ali Imron ayat 185 ; Allah -Ta’ala- berfirman:

ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ุฐَุงุฆِู‚َุฉُ ุงู„ْู…َูˆْุชِ
ูˆَุฅِู†َّู…َุง ุชُูˆَูَّูˆْู†َ ุฃُุฌُูˆุฑَูƒُู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ูَู…َู†ْ ุฒُุญْุฒِุญَ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَุฃُุฏْุฎِู„َ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ูَู‚َุฏْ ูَุงุฒَ ูˆَู…َุง ุงู„ْุญَูŠَุงุฉُ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฅِู„َّุง ู…َุชَุงุนُ ุงู„ْุบُุฑُูˆุฑِ

”Setiap yang bernyawa akan merasakan kematian.
Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian.
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

2️⃣➖ Surat  Al-Anbiya ayat 35 , Allah -Ta’ala- berfirman:

ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ุฐَุงุฆِู‚َุฉُ ุงู„ْู…َูˆْุชِ
 ูˆَู†َุจْู„ُูˆูƒُู…ْ ุจِุงู„ุดَّุฑِّ ูˆَุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูِุชْู†َุฉً ูˆَุฅِู„َูŠْู†َุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ

”Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan kematian.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”

3️⃣➖ Dalam surat Al-Ankabut ayat 57 ; Allah -Ta’ala- berfirman:

ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ุฐَุงุฆِู‚َุฉُ ุงู„ْู…َูˆْุชِ ุซُู…َّ ุฅِู„َูŠْู†َุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ

”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kemudian hanya kepada Kami lah kalian dikembalikan.”

〰️〰️〰️
✅  Semoga Allah -Ta’ala- memberikan husnul khotimah kepada kita semua, dalam keadaan tanpa dosa serta mendapatkan keridhoan-Nya. Aamiin.

Wallahul Muwaffiq. (AH)

#Kematian #Mengingat_Kematian #Tazkiyah_Nufus #Pembersih_hati
〰️〰️➰〰️〰️

YOK DIPERBAIKI LAGI DIRI DAN LEBIH RAJIN LAGI MEMBACA AYAT SUCI AL-QURAN NYA..  ๐Ÿ™‚

Peringatan Untuk Kita yang Masih Banyak Kekurangan


Dialah Allah yang senantiasa perhatian ke kita semua, walupun ketika kita sedang lalai terhadap perintahnya, Allah tetep mengizinkan kita smua duduk santai, makan dengan nikmat, dan kenikmatan lainnya. Allah memberikan kenikmatan itu tidak lain adalah agar kita terus memperbaiki kualitas keimanan kita. Bukan berarti, kita bersantai-santai tidak mempersiapkan bekal untuk dibawa menghadap Allah swt.

Terkadang kita sangat serius dari jauh-jauh hari mempersiapkan bekal untuk bepergian ke kota dan negeri orang, mengapa kita keliatan tidak serius mempersiapkan bekal untuk menghadap kepada sang pencipta??? Apakah yang membuat kita seperti ini?? Apakah dosa-dosa kita yang telah mengalangi ini??

Mari kita luangkan waktu kita untuk mengintropeksi diri, memikirkan segala kemaksiatan yang telah dilakukan. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang menyesal di akhirat, karena sewaktu di dunia tidak dimanfaatkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Allah pun juga telah memperingatkan kita semua, agar tidak terus bermaksiat kepada-Nya. Seperti kaum-kaum terdahulu, yang Allah azab karena tidak mau mentaati perintah-Nya. Apakah kita tidak mau mengambil sebuah pelajaran???

Di negara tercinta ini, Allah pun telah memperingatkan kita semua. Sunami dahsyat di Aceh, dahsyatnya letusan krakatau, berbagai gempa, tanah longsor, banjir, dan berbagai bencana lain yang menimpa di negeri tercinta ini. Bukankah itu semua peringatan untuk kita semua?? Iya itu semua peringatan Allah, agar kita semua terus mendekatkan diri kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.

Akhir-akhir ini dunia dikagetkan dengan sebuah virus yang mematikan (Covid-19). Virus itu tak kasap mata, tak bisa dilihat mata telanjang. Akan tetapi, ia sangat mematikan, bisa membunuh puluhan orang per hari bahkan lebih. Bayangkan, negara-negara adikuasa pun kwalahan menghadapi virus itu. Tak jauh-jauh, negeri tercinta ini pun telah terkena dampak virus memaatikan itu. Akankah kita semua tetap saja tidak mau mengambil sebuah pelajaran dari bencana wabah itu? Akahkah kita tidak mau bertaubat? Mari terus mendekatkan diri ini kepada sang penguasa kehidupan dunia ini yaitu Allah swt. Dialah yang menciptakan virus itu hadir, sebagai bentuk peringatan kita semua.

Mari jangan sampai lisan ini bosan untuk meminta ampun kepada Allah SWT. Jangan sampai segala anggota badan kita ini menjadi malapetaka dihadapan Allah. Teruslah beristigfar, memperbaiki keimanan kita kepada Allah swt. Agar nantinya kita bisa menikmati keindahan kehidupan syurga yang dijanjikan Allah swt.

18 February 2020

Pernahkah Berfikir Seperti Ini?


Pernah tidak di suatu ketika, engkau merasa menjadi seseorang yang berada di posisi paling rendah? Hina dina. Merasa paling buruk dibanding dengan manusia yang lain, merasa paling hina di mata Allah? Merasa tak pantas menapaki syuga-Nya karena begitu banyak dosa-dosa yang telah enkau lakukan. Disisi lain enkau Sedang amat takut akan panasnya api neraka-Nya.
Suatu masa ketika engkau seolah-olah tak bisa memaafkan dirimu sendiri walau sejatinya enkau sudah berkali-kali memohon ampun krpada-Nya. Masa dimana engkau merasa sangat takut akan murka-Nya, sehingga tak ada sedikitpun ruang di kepalamu melainkan terus memohon ampun kepada-Nya.
Pernahkah kau terbangun dengan mata yang amat sayu? Kau pasang alarm di sepertiga malam mu, lalu enkau paksakan mengambil air wudhu dengan lirih mengalirkan airnya, berharap tak ada seorangpun yang tahu kau sedang berdua mesra dengan Rabbmu. Kau menangis luar biasa, tak ada yang kau minta selain pengampunan, padahal kau tahu ketika itu adalah waktu yang paling mustajab sebuah doa menembus ke pintu-pintu langit-Nya. Namun hanya satu permintaan yang selalu kau ulang, “Rabbighfirli…” dan kalimat istighfar enkau terus ucapkan
Pernahkah? kau merasa tak ada seorangpun yang bisa meleraikan permasalahan fikiranmu kecuali Allah Yang Maha Mendengar? Pernahkah demikian?
Bersyukurlah bila enkau masih mempunyai perasaan sangat bersalah ketika engkau baru melakukan maksiat kepada-Nya, karena hal itu pertanda bahwa cahaya iman di dalam hati masih ada
Enkau harus gelisah bahkan harus sangat-sangat khawatir, ketika engkau merasa tenang dan tidak memiliki rasa bersalah ketika enkau baru melakukan maksiat kepada-Nya
Ketika engkau berbuat maksiat kepada-Nya langsunglah bergegas Ambillah air wudu kemudian membaca "Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina". Dengan mengucapkan"alloohummaj’alnii minat tawwaabiina", semoga engkau dijadikan golongan Hamba Allah yang suka bertaubat
Kemudian laksanakanlah shalat taubat dengan khusu'. Setelah itu berdoalah kepada-Nya meminta ampun agar segala dosa-dosa engkau terampuni. Tidak hanya sebatas itu, enkau juga harus berkomitmen untuk berusaha sekuad tenaga tuk tidak mengulangi segala kemaksiatan. Teruslah engkau bermuhasabah diri dan terus beristighfar kepada-Nya, Karena Allah yang Maha Mulia sangat menyukai Hamba yang terus beristighfar

04 February 2020

Dia Segalanya ( bagian 2 )


Berikut merupakan Sebuah kisah singkat yang membuat diri ini sadar, bahwa Dialah Allah yang sepatutnya kita jadikan pelindung sejati dalam hidup ini. Dialah Allah yang mempunyai sifat Al waliy yang berarti Yang Maha Pelindung, artinya Allah lah yang melindungi diri ini dari segala keburukan.

Si B merupakan seorang remaja yang bekerja di suatu perusahaan di kota C. Si B merupakan seorang remaja yang kehidupannya bisa dibilang sederhana dan tidak terlalu mengikuti gengsi. Si B merupakan seorang remaja yang dikenal taat beribadah dan rajin melakukan shalat berjamaah di masjid. Si B adalah seseorang yang terus berusaha membantu pekerjaan kedua orang tuanya, walaupun dia mempunyai kesibukan juga. Menurut Si B berbakti kepada kedua orang tua adalah suatu perbuatan yang baik, oleh karena itu dia meningkalkan segala pekerjaan yang tidak terlalu penting demi membantu kedua orang tua.

Disuatu hari atau tepatnya ba'da shubuh si B melakukan suatu perjalanan ke kota C dengan menggunakan sepedah motor. Sebelum melakukan perjalanan ia pun berpamitan dengan kedua orang tuanya dan meminta agar di doakan agar dimudahkan segala aktivitas di kota C. Perjalanan dari tempat tinggal si B ke kota C kurang lebih 2 jam. Ketika disetengah perjalanan si B ingin menyalip sebuah fuso bermuatan full. Si B pun dalam kecepatan tinggi dibelakang fuso tersebut, tiba-tiba sepedah motor yang dikendarai seorang wanita menyalip si B. Ketika Sepedah motor tersebut telah berada di samping kanan motor si B, pengendara motor tersebut menunjuk jalan di depan sepedah motor si B. Dengan spontan si B pun melihatnya dan merasa ada sebuah peringatan. Kemudian sepedah motor tersebut langsung menyalip si B dan fuso. Si B pun langsung mengurangi kecepatan motorny. Setelah melaju kurang lebih dua meter, jalan di depan motor si B terdapat lubang besar dan lumayan dalam, kemudian si B pun langsung menghindarinya. Si B pun langsung beristighfar sama Allah dan merasa beryukur selamat dari kejadian buruk yang mungkin akan terjadi apabila Allah tidak mengirimkan seorang pengendara yang seolah-olah mengisyaratkan bahwa di depan jalan yang si B lewati terdapat lubang besar. Akhirnya si B sampai di kota C dengan keadaan selamat.

Kisah diatas merupakan sebuah kisah nyata, sebuah kisah yang membuat diri ini sadar bahwa Allah lah yang melindungi diri ini dari segala keburukan.

Allah SWT berfirman:

ุงَู„َู…ْ ุชَุนْู„َู…ْ ุงَู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู„َู‡ٗ ู…ُู„ْูƒُ ุงู„ุณَّู…ٰูˆٰุชِ ูˆَุง ู„ْุงَ ุฑْุถِ ۗ ูˆَู…َุง ู„َู€ฺฉُู…ْ ู…ِّู†ْ ุฏُูˆْู†ِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ู…ِู†ْ ูˆَّู„ِูŠٍّ ูˆَّู„َุง ู†َุตِูŠْุฑٍ
a lam ta'lam annalloha lahuu mulkus-samaawaati wal-ardh, wa maa lakum min duunillaahi miw waliyyiw wa laa nashiir

"Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi? Dan tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 107)

Oleh sebab itu, diri ini harus terus memperbaiki diri.  Agar nantinya ketika telah dipanggil oleh Allah, diri ini telah pantas menerima segala kenikmatan yang telah dijanjikan oleh Allah swt. Marilah terus berdoa, meminta perlindungan dari segala keburukan.

24 January 2020

Dia Segalanya ( bagian 1 )



Dialah Allah yang menciptakan segala makhluk dimuka bumi, Dialah Allah yang Maha Pengasih dan Maha penyayang. Banyak segala nikmat yang Dia berikan, bahkan apabila seorang hamba mau menhitungnya maka tak akan mampu menghitungnya
Allah SWT berfirman:

ูˆَุงِ ู†ْ ุชَุนُุฏُّูˆْุง ู†ِุนْู…َุฉَ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ู„َุง ุชُุญْุตُูˆْู‡َุง ۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู„َู€ุบَูُูˆْุฑٌ ุฑَّุญِูŠْู…ٌ
wa in ta'udduu ni'matallohi laa tuhshuuhaa, innalloha laghofuurur rohiim

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 18)

Dialah Allah yang menghendaki kita semua memiliki detak jantung, sehingga masih bisa menaungi kehidupan ini

Dialah Allah yang masih menghendaki mata ini untuk melihat keindahan dunia

Dialah Allah yang masih menghendaki segala anggota badan ini tuk berfungsi

Sebagai seorang hamba sepatutnya harus bersyukur atas segala nikmat tersebut, jangan sampai nikmat yang Allah berikan ini kita gunakan tuk berbuat maksiat.

Nikmat melihat, mari kita gunakan tuk melihat hal hal yang tak dimurkai. Dan jangan lupa berdoa meminta bimbingan agar mata ini dibimbing oleh Allah swt.

Nikmat berjalan, mari kita gunakan tuk melangkah kejalan yang tak dimurkai Allah swt. Langkahkan lah kaki ini tuk melakukan hal yang diridhoi, seperti menuntuk ilmu, pergi ke masjid, dan segala langkah yang diridhoi Allah swt

Mari terus berdoa kepada Allah meminta bimbingan menjalani kehidupan ini, meminta agar segala nikmat yang Allah berikan bisa membuahkan amal shaleh

Mari terus beristighfar memohon ampunan atas segala dosa dosa kita, karena Allah suka hamba yang selalu beristighfar

Allah SWT berfirman:
 ۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุชَّูˆَّุง ุจِูŠْู†َ ูˆَูŠُุญِุจُّ ุงู„ْู…ُุชَุทَู‡ِّุฑِูŠْู†َ
innalloha yuhibbut-tawwaabiina wa yuhibbul-mutathohhiriin

"...Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)


Mari terus berdoa minta kepada Allah, agar diri ini terus memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat

Mari kita terus mendekatkan diri kepada Allah, agar segala istighfar dan segala doa kita di kabulkan

Mari kita terus berdoa, agar diri ini senantiasa istiqomah melakukan amal shaleh

Mari kita berdoa agar kita bisa mengakhiri kehidupan ini dalam keadaan beriman dan bertaqwa kepada Allah swt

Mari kita sering-sering mengadukan segala problematikan kehidupan ini sama Allah, Karena Dialah yang bisa memberikan petunjuk/solusi segala permasalahan kita semua