Terdapat lima kaum yang Allah kisahkan dalam Al-Quran. Allah berfirman dalam QS. Adz-dzariat/51 : 31-51. Dalam 20 ayat tersebut pada intinya mengisahkan lima kaum yang di azab karena tidak mau beriman kepada Allah dan Nabi/Rosul-Nya
1. Allah mengazab umat Nabi Luth dengan hujan batu, hal itu karena umat Nabi Luth melakukan homosex, dan menyebarkan kepada masyarakat luas sebagai sebuah kebenaran.
2. Allah mengazab dan menghancurkan firaun dan prajuritnya, mereka ditenggelamkan di laut. Firaun diazab karena kesombongannya, menolak dakwah nabi Musa, bahkan dia mengaku tuhan.
3. Kaum 'Ad juga Allah hancurkan dengan angin kencang yang menusuk daging selama 7 malam 8 hari sehingga tercabutlah tulang2 mereka dari daging sehingga binasa semua.
4. Kaum Tsamud juga Allah hancurkan dengan petir keras sehingga mereka berjatuhan dan tidak mampu lagi bangkit untuk selamanya. Azab kaum Tsamud datang karena mereka membangkang ajaran Allah dan Nabi-Nya.
5. Kaum Nuh sebelum kaum-kaum tersebut, Allah mendatangkan banjir besar sehingga mereka tenggelam semua kecuali pengikut Nabi Nuh yang beriman dan taat kepada Allah dan Nabi-Nya.
Allah kisahkan kelima kaum tersebut, agar manusia mengambil plajaran. Bahwa kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan kaum terdahulu tidak diulangi di zaman sekarang ini.
Realitanya, masih ada manusia yang tidak bisa mengambil plajaran. Manusia masih saja ada yang menyekutukan Allah, tidak beriman kepada Allah, dan tidak mau mengikuti ajaran rosulullah saw.
Masih banyak diantara kita yang terlalu sibuk mencari ridho manusia dan lupa bahwa ridho Allah lah yang harus diutamakan.
Diantara kita, masih ada yang berusaha mati-matian demi melaksanakan perintah atasan atau senior, mengapa kita jarang mati-matian melaksanakan perintah Allah?
Diantara kita, masih ada yang berusaha semaksimal mungkin tuk menggarap proyek atasan, mengapa kita jarang memaksimalkan amal shaleh agar Allah ridho kepada kita?
Diantara kita, masih ada mati-matian meraih cinta makhluk, mengapa kita jarang mati-matian meraih Cinta Allah?
Terkadang kita selalu sok sibuk dengan urusan kita, sampai lupa tuk berbakti kepada orang tua, apakah kita menganggap berbakti pada orang tua bukanlah perbuatan mulia?
Terkadang kita masih lupa melaksanakan kewajiban shalat, mata kita sering melihat yg dimurkai Allah, kaki ini terkadang melangkah ke jalan yang tidak bermanfaat, anggota badan kita masih banyak digunakan tuk berbuat maksiat. Begitu banyak dosa yg telah kita lakukan, seharusnya kita merasa hina dihadapan Allah swt.
Oleh sebab itu marilah kita terus menjalankan perintah Allah dan rosulnya dengan diiringi memperdalam ilmu, agar amal sholeh yang kita kerjakan sesuai apa yang di syariatkan Allah dan yang dicontohkan rosulullah saw. Marilah kita terus beristighfar memohon ampun sama Allah, agar Allah ampuni segala dosa kita. Mari kita sadarkan diri, bahwa kejadian bencana alam disekitar kita selama ini, memberikan makna agar kita semua terus mentaati Allah dan Rosul-Nya, agar kita terus beristighfar memohon ampunan Allah swt.
Marilah kita terus sibuk muhasabah diri bukan hanya sibuk mencari aib saudara kita
Marilah kita terus berdoa, minta sama Allah agar hati ini terus istiqomah berjalan di jalan yang diridhoi Allah swt
Marilah kita terus berdoa, minta ampun sama Allah agar segala dosa yg telah kita lakukan bisa diampuni sama Allah swt
Marilah kita terus berdoa, agar kita mati dalam keadaan khusnul khatimah dan bisa berkumpul bersama keluarga tercinta dan orang-orang yang dicintai oleh Allah swt.

No comments:
Post a Comment