Mungkin ikhlas itu permata; berkilau karena tiada henti diasah dengan ‘amal bermakna, walau kadang ada rasa tersiksa.
Mungkin ikhlas itu emas; murninya karena dilelehkan panas; dibakar agar kerak dan noda terlepas; hingga kilaunya jelas
Mungkin ikhlas itu mutiara. Terbentuk karena ada yang luka. Jauh di kedalaman samudera. Perlu keberanian tuk meraihnya.
( Salim A. Fillah )
Niat yang ikhlas harus tertatam kokoh dalam diri setiap hamba dalam menjalankan segala perintah dan larangan yang telah Allah syariatkan dalam Al qur'an. Dengan mengabaikan niat yang ikhlas, bisa jadi segala perbuatan yang dilakukan bermakna sia sia dihadapan Allah swt.
Menanamkan niat yang ikhlas bukanlah perkara yang mudah, butuh perjuangan agar ikhlas itu benar benar menyatu dalam hati seorang hamba. Hawa nafsu yang ada dalam diri, terus menyetir dan berusaha mengendalikan, akan tetapi bukan berarti seorang hamba berpasrah diri dan tak mau meraihnya. Ikhlas akan tertanam dalam hati, ketika seorang hamba terus meminta pertolongan Allah swt.
Setan pun hadir dalam perjuangan menghadirkan ikhlas dalam hati, setan berusaha membelokkan niat suatu ibadah seorang hamba agar tidak semata-mata dikerjakan karena Allah swt. Setan itu emang kreator pembuat iklan yang cerdas, ia bisa mempromosikan suatu kebatilan menjadi suatu kebenaran di mata manusia. Tapi seorang hamba tak boleh lemah, harus terus melawan tipu daya setan itu.
Bayangkan perasaan kita gimana, kalau
Lantunan ayat suci Al Quran tiap hari
Hafalan Al Quran terus diperjuangkan
Shalat fardhu dan segala shalat sunnah lainnya dikerjakan
Puasa wajib, puasa sunnah dikerjakan
Haji pun ditunaikan
Dan segala amal shaleh dikerjakan
TAPI, Allah berkata " Sia sia amalan kalian, kalian beramal bukan karena-Ku, tapi karena pujian manusia dan kesenangan dunia yang kalian inginkan "
Sia sia bukan, ketika amal shaleh tanpa niat ikhlas??
Yok bisa yok, tanamkan ikhlas dalam hati, lakukan segala amal ibadah karena Allah swt.
No comments:
Post a Comment