Pengaruh Cahaya
terhadap Proses Perkecambahan Kacang Hijau
DISUSUN :
1.
APRINDA
NURUL JANAH
2.
DALILATUL
KHASANAH
3.
ELIN
PURWATI
4.
MADE
NOVITA WULANDARI
5.
ZAENAL
MUKHLISIN
SEKOLAH MENENGAH
ATAS NEGERI 1 KOTAGJAH
LAMPUNG TENGAH
T.P. 2017/2018
I.
TEMA
Pengaruh
Cahaya terhadap Proses Perkecambahan Kacang Hijau
II.
TUJUAN
Mengamati
perkecambahan kacang hijau di tempat cahaya dan di tempat tidak ada cahaya.
Mengetahui
pertumbuhan dan perkembangan di tempat cahaya dan di tempat tidak ada cahaya.
III.
LANDASAN TEORI
Pertumbuhan
dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta
jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula.
Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm
tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh
(metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pada
proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh
peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan
bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan
diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari
sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang
pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan
aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan
molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut
adalah sebagai berikut :
a)
Tahap
pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
b)
Tahap
pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel
tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam
vakuola.
c)
Tahap
pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu
menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada
akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.
Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
1.
Faktor
Internal
a.
Gen
Setiap jenis tumbuhan
membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang tinggi
atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen ‘baik’ dan didukung
oleh lingkungan yang sesuai
akan.memperlihatkan pertumbuhan yang baik.
b.
Hormon
Hormon pada tumbuhan juga
memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan.
Auksin : untuk membantu perpanjangan
sel
Giberelin :untuk pemanjangan dan pembelahan
sel
Sitokinin : untuk menggiatkan pembelahan sel
Etilen :untuk mempercepat buah menjadi
matang
Asam
traumalin : Merangsang pemebelahan sel
di bagian tumbuhan yang luka
Kalin : Merangsang pembentukan organ tumbuhan sbb :
·
Rizokalin : Untuk pembentukan akar
·
Aulokalin : Untuk pembentukan batang
·
Filokalin : Untuk pembentukan daun
·
Antokalin : Untuk pembentukan bunga
2.
Faktor
Eksternal
a.
Air
Fungsi air antara lain :
·
Untuk
Fotosintesis
·
Mengaktifkan
reaksi-reaksi enzim
·
Membantu
proses perkecambahan biji
·
Menjaga
(mempertahankan) kelembapan
·
Untuk
transpirasi
·
Meningkatkan
tekanan turgor sehingga merangsang pemebelahan sel
·
Menghilangkan
asam asbisat
b.
Suhu
/ Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu
faktor yang menentukan tumbuh kembang,
reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi
tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas
normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
c.
Kelembaban
Udara
Kadar air dalam udara dapat
mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi
tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya
penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
d.
Cahaya
Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh
tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika
suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat
dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar
matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.
e.
Nutrien
Tumbuhan memerlukan nutrien untuk
kelangsungan hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut
unsur makro (makronutrien). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen,
nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien
yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro
(Mikronutrien). Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng,
tembaga, dan molibdenum.
Kekurangan nutrien di tanah atau
media tempat tumbuhan hidup menyebabakan tumbuhan mengalami defisiensi.
Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan berkembang dengan tidak
sempurna.
f.
Kelembapan
Kelembapan ada kaitannya dengan laju
transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju
pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat
dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan.
Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat
mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.
Pertumbuhan pada tanaman melalui tiga tahap, yaitu
perkecambahan, pertumbuhan primer, dan pertumbuhan sekunder.
Perkecambahan dimulai dengan masuknya air ke dalam biji dan
berakhir masa dormasi pada biji atau ditandai dengan munculnya akar dan batang
pertama kali. Perkecambahan dibedakan menjadi dua, yaitu perkecambahan hypogeal
dan epigeal. Perkecambahan pada tanaman kacang hijau termasuk kedalam
perkecambahan epigeal, yaitu pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang
menyebaban kotiledon dan plumula keluar ke atas tanah.
Kemudian, tahap pertumbuhan primer. Pertumbuhan primer
merupakan pertumbuhan pada embrio, ujung batang, dan ujung akar. Selanjutnya,
tahap pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder merupakan aktifitas kambium
yang membentuk xylem sekunder dan floem sekunder.
IV.
ALAT DAN BAHAN
4.1
Alat
4.1.1
Cawan
petri 2 buah
4.1.2
Penggaris
4.1.3
Alat
tulis
4.2
Bahan
4.2.1
Air
4.2.2
Kacang
hijau ( 20 biji )
4.2.3
Kapas
4 lembar
V.
CARA KERJA
5.1
Siapkan
alat dan bahan yang diperlukan ;
5.2
Masukkan
kapas di dua buah cawan petri masing-masing 2 lembar;
5.3
Masukkan
air ke dalam dua buah cawan petri hingga kapas terendam;
5.4
Menysusun
kacang hijau di cawan petri dengan ketentuan :
·
Kacang
hijau diletakkan di atas lembar kapas
·
Setiap
satu lembar kapas di cawan petri di isi dengan lima biji kacang hijau sehingga
satu buah cawan petri berisi sepuluh biji kacang hijau
·
Simpan
kacang hijau dalam jarak yang tidak terlalu rapat dengan kacang lain agar
pertumbuhannya lancar (tidak saling berdesakan)
5.5
Simpan
dua buah cawan petri tersebut di tempat yang berbeda, yaitu di tempat yang
terkena cahaya dan ditempat yang tidak terkena cahaya.
5.6
Amati
lalu catat pertumbuhan dan perkembangannya setiap harinya ( 7 hari ).
VI.
HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1
Hasil
Data pertumbuhan dan
perkembangan ( cahaya )
|
Hari
|
Kacang hijau ke-
|
Keterangan
|
|
|
Pertumbuhan
|
Perkembangan
|
||
|
Rabu
|
1
|
-
|
Belum terlihat
|
|
2
|
-
|
Belum terlihat
|
|
|
3
|
-
|
Mulai merekah
|
|
|
4
|
-
|
Biji mengelupas
|
|
|
5
|
-
|
Biji mengelupas dari kulit
|
|
|
6
|
0,8
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
7
|
0,8
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
8
|
0,4
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
9
|
0,3
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
10
|
0,6
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
Kamis
|
1
|
-
|
Baru mulai merekah
|
|
2
|
-
|
Kacang hijau membesar, tapi belum merekah
|
|
|
3
|
0,7
|
Sudah mulai keluar dari kulit
|
|
|
4
|
2,8
|
Biji sudah lepas dari kulitnya, sudah berbentuk kecambah
|
|
|
5
|
2
|
Biji Sebagian lepas dari kulitnya
|
|
|
6
|
2
|
Biji Sebagian lepas dari kulitnya
|
|
|
7
|
3
|
Biji Sebagian lepas dari kulitnya
|
|
|
8
|
2,8
|
Biji Sebagian lepas dari kulitnya
|
|
|
9
|
2
|
Sudah tumbuh akar namun akarnya tidak lurus
|
|
|
10
|
3
|
Mulai tumbuh calon
daun (plumula)
|
|
|
Jumat
|
1
|
0
|
Baru mulai merekah
|
|
2
|
0
|
Busuk
|
|
|
3
|
2
|
Akar bertumbuh panjang
|
|
|
4
|
4,5
|
Akar bertumbuh panjang, sudah tumbuh plumula
|
|
|
5
|
3
|
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang
|
|
|
6
|
4
|
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang ( plumula lebih
besar dari hari sebelumnya )
|
|
|
7
|
4,3
|
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang ( plumula lebih besar dari
hari sebelumnya )
|
|
|
8
|
7,3
|
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang ( plumula hampir menjadi daun
)
|
|
|
9
|
2,8
|
Akarnya tidak lurus , pertumbuhaan plumulanya normal
|
|
|
10
|
6,8
|
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang
|
|
|
Sabtu
|
1
|
LIBUR SEKOLAH
|
LIBUR SEKOLAH
|
|
2
|
|||
|
3
|
|||
|
4
|
|||
|
5
|
|||
|
6
|
|||
|
7
|
|||
|
8
|
|||
|
9
|
|||
|
10
|
|||
|
Minggu
|
1
|
LIBUR SEKOLAH
|
LIBUR SEKOLAH
|
|
2
|
|||
|
3
|
|||
|
4
|
|||
|
5
|
|||
|
6
|
|||
|
7
|
|||
|
8
|
|||
|
9
|
|||
|
10
|
|||
|
Senin
|
1
|
-
|
Busuk
|
|
2
|
-
|
Busuk
|
|
|
3
|
6
|
Sudah bertambah tinggi, kotiledon belum lepas, sudah
berakar
|
|
|
4
|
29
|
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang,
kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau)
|
|
|
5
|
22,5
|
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang, kotiledon belum
lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau)
|
|
|
6
|
28
|
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang, kotiledon belum
lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau)
|
|
|
7
|
26
|
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang,
kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau) namun
pucuknya masih terbungkus kulit kacang hijau
|
|
|
8
|
23,5
|
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang, kotiledon
belum lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau) namun pucuknya masih
terbungkus kulit kacang hijau
|
|
|
9
|
8
|
Sudah tumbuh tinggi namun tidak seperti pertumbuhan yang
lainnya
|
|
|
10
|
-
|
busuk
|
|
|
Selasa
|
1
|
-
|
Mati
|
|
2
|
-
|
Mati
|
|
|
3
|
9
|
Kotiledon lepas
|
|
|
4
|
30
|
kotiledon lepas
|
|
|
5
|
23
|
Kotiledon belum lepas
|
|
|
6
|
29
|
Kotiledon sudah lepas semua
|
|
|
7
|
28
|
Kotiledon sudah lepas semua
|
|
|
8
|
25
|
Kotiledon sudah lepas
|
|
|
9
|
8,5
|
Busuk
|
|
|
10
|
-
|
Busuk
|
|
Data pertumbuhan dan
perkembangan ( non cahaya )
|
Hari
|
Kacang hijau ke-
|
keterangan
|
|
|
Pertumbuhan
|
perkembangan
|
||
|
Rabu
|
1
|
-
|
Baru mulai merekah
|
|
2
|
0,6
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
3
|
0,1
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
4
|
0,1
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
5
|
0,3
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
6
|
1
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
7
|
0,2
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
8
|
0,6
|
Sudah mulai tumbuh tunas
|
|
|
9
|
0,6
|
Biji keluar dari kulitnya
|
|
|
10
|
0,6
|
Tetap
|
|
|
Kamis
|
1
|
2,3
|
Sudah keluar akar
|
|
2
|
2,8
|
Sudah keluar akar
|
|
|
3
|
1,8
|
Biji belum terlepas
|
|
|
4
|
1,4
|
Biji belum terlepas
|
|
|
5
|
2
|
Biji belum terlepas
|
|
|
6
|
4
|
Biji belum terlepas tetapi biji berwarna merah keunguan
|
|
|
7
|
3
|
Biji sudah terlepas tetapi biji berwarna keunguan
|
|
|
8
|
-
|
Biji sudah terlepas tetapi biji berwarna keunguan
|
|
|
9
|
3,3
|
Biji sudah lepas dari kulitnya
|
|
|
10
|
-
|
Sebagian biji terkelupas dari kulit dan tidak mempunyai
akar
|
|
|
Jumat
|
1
|
3,7
|
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon
berwarna kuning
|
|
2
|
8
|
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon
berwarna merah kekuningan
|
|
|
3
|
2
|
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon
berwarna merah kekuningan
|
|
|
4
|
5
|
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon
berwarna ungu
|
|
|
5
|
5,4
|
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon
berwarna ungu
|
|
|
6
|
8
|
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon
berwarna ungu
|
|
|
7
|
5,9
|
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon
berwarna kuning
|
|
|
8
|
9
|
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon
berwarna ungu
|
|
|
9
|
-
|
Tidak bertunas, kotiledon berwarna kuning, tidak bertunas, dalamnya
sedikit busuk
|
|
|
10
|
-
|
Tidak bertunas, kotiledon berwarna kuning, tidak bertunas,
dalamnya sedikit busuk
|
|
|
Sabtu
|
1
|
LIBUR SEKOLAH
|
LIBUR SEKOLAH
|
|
2
|
|||
|
3
|
|||
|
4
|
|||
|
5
|
|||
|
6
|
|||
|
7
|
|||
|
8
|
|||
|
9
|
|||
|
10
|
|||
|
Minggu
|
1
|
LIBUR SEKOLAH
|
LIBUR SEKOLAH
|
|
2
|
|||
|
3
|
|||
|
4
|
|||
|
5
|
|||
|
6
|
|||
|
7
|
|||
|
8
|
|||
|
9
|
|||
|
10
|
|||
|
Senin
|
1
|
17,5
|
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon
belum lepas, plumula sudah menjadi daun
|
|
2
|
30
|
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon
belum lepas, plumula sudah menjadi daun
|
|
|
3
|
20
|
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon
belum lepas, plumula sudah menjadi daun
|
|
|
4
|
24
|
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon
sudah lepas, plumula sudah menjadi daun
|
|
|
5
|
23,5
|
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon
belum lepas, plumula sudah menjadi daun
|
|
|
6
|
31,5
|
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon
belum lepas, plumula sudah menjadi daun
|
|
|
7
|
27,,5
|
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon
belum lepas, plumula sudah menjadi daun
|
|
|
8
|
26
|
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon
belum lepas, plumula sudah menjadi daun
|
|
|
9
|
-
|
Busuk
|
|
|
10
|
-
|
Busuk
|
|
|
Selasa
|
1
|
24
|
1 kotiledon lepas
|
|
2
|
27,5
|
1 kotiledon lepas
|
|
|
3
|
26
|
1 kotiledon lepas
|
|
|
4
|
31
|
1 kotiledon lepas
|
|
|
5
|
27
|
Kotiledon belum lepas
|
|
|
6
|
22,5
|
Kotiledon belum lepas
|
|
|
7
|
30
|
Kotiledon sudah lepas semua
|
|
|
8
|
28,5
|
Kotiledon sudah lepas semua
|
|
|
9
|
-
|
Busuk
|
|
|
10
|
-
|
Busuk
|
|
6.2
Pembahasan
Rata-rata pertumbuhan
kacang hijau
|
Hari
|
Tempat
|
|
|
Cahaya
|
Non cahaya
|
|
|
Rabu
|
0,29
|
0,41
|
|
Kamis
|
1,83
|
2,06
|
|
Jumat
|
3,47
|
4,7
|
|
Sabtu
|
Libur
|
Libur
|
|
Minggu
|
Libur
|
Libur
|
|
Senin
|
14,3
|
20
|
|
Selasa
|
15,25
|
21,65
|
Dari hasil data tersebut,
proses perkecambahan kacang hijau ditempat cahaya mengalami pertumbuhan yang
sedikit lambat akan tetapi daunnya hijau
Dari hasil data tersebut,
proses perkecambahan kacang hijau ditempat gelap mengalami pertumbuhan dengan
cepat akan tetapi daunnya berwarna pucat atau kuning
Karena media pengamatan
ditempatkan di laboratoriun biologi sekolah maka, dalam proses pengamatan, hari
ke-4 dan hari ke-5 kami tidak melakukan pengamatan karena libur sekolah
VII.
KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan, tumbuhan kacang hijau di tempat gelap
memiliki pertumbuhan lebih pesat dibandingkan tumbuhan kacang hijau yang berada
di tempat terang. Faktor yang menyebabkan kecambah kacang hijau di tempat gelap
lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan kecambah di tempat terang adalah adanya
pengaruh dari hormon auksin. Jika terkena cahaya matahari, auksin menjadi tidak
aktif. Kondisi fisiologis ini mengakibatkan bagian yang tidak terkena cahaya
matahari akan tumbuh lebih cepat dari bagian yang terkena cahaya matahari.
Tumbuhan yang tumbuh ditempat yang gelap akan tumbuh lebih cepat, namun dengan
kondisi pucat, kurus, dan daunnya tidak berkembang (etiolasi). Keadaan ini
terjadi akibat tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin
untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh di tempat yang
terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek,
daun berkembang baik, dan berwarna hijau.
VIII.
DAFTAR PUSTAKA
Ferdinand,
Fiktor.2009.Praktis Belajar Biologi 3.Yogyakarta:Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
No comments:
Post a Comment