Batman Begins - Horizontal Resize Welcome to the Al Barokah page, hopefully the information published can provide benefits. If there are errors in the delivery of content, the admin will accept all suggestions and criticism via the contact menu

15 September 2017

Pengaruh Cahaya terhadap Proses Perkecambahan Kacang Hijau



Pengaruh Cahaya terhadap Proses Perkecambahan Kacang Hijau


 



         
DISUSUN :
1.     APRINDA NURUL JANAH
2.     DALILATUL KHASANAH
3.     ELIN PURWATI
4.     MADE NOVITA WULANDARI
5.     ZAENAL MUKHLISIN







SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 KOTAGJAH
LAMPUNG TENGAH
T.P. 2017/2018











     I.            TEMA
Pengaruh Cahaya terhadap Proses Perkecambahan Kacang Hijau

 II.            TUJUAN
Mengamati perkecambahan kacang hijau di tempat cahaya dan di tempat tidak ada cahaya.
Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan di tempat cahaya dan di tempat tidak ada cahaya.

III.            LANDASAN TEORI
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Sedangkan Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaanm tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan.
Pada proses pertumbuhan selalu terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
a)     Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
b)    Tahap pembentangan, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam vakuola.
c)     Tahap pematangan, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
1.     Faktor Internal
a.      Gen
Setiap jenis tumbuhan membawa gen untuk sifat-sifat tertentu, seperti berbatang  tinggi      atau berbatang rendah. Tumbuhan yang mengandung gen ‘baik’ dan didukung oleh   lingkungan yang sesuai akan.memperlihatkan pertumbuhan yang baik.
b.     Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan     pertumbuhan.
Auksin                 : untuk membantu perpanjangan sel
Giberelin              :untuk pemanjangan dan pembelahan sel
Sitokinin              : untuk menggiatkan pembelahan sel
Etilen                    :untuk mempercepat buah menjadi matang
Asam traumalin    : Merangsang pemebelahan sel di bagian tumbuhan yang luka
Kalin                     : Merangsang pembentukan organ tumbuhan sbb :
·        Rizokalin             : Untuk pembentukan akar
·        Aulokalin             : Untuk pembentukan batang
·        Filokalin              : Untuk pembentukan daun
·        Antokalin             : Untuk pembentukan bunga
2.     Faktor Eksternal
a.      Air
Fungsi air antara lain :
·        Untuk Fotosintesis
·        Mengaktifkan reaksi-reaksi enzim
·        Membantu proses perkecambahan biji
·        Menjaga (mempertahankan) kelembapan
·        Untuk transpirasi
·        Meningkatkan tekanan turgor sehingga merangsang pemebelahan sel
·        Menghilangkan asam asbisat
b.     Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang,        reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
c.      Kelembaban Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan.   Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
d.     Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.
e.      Nutrien
Tumbuhan memerlukan nutrien untuk kelangsungan hidupnya. Nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsur makro (makronutrien). Unsur makro misalnya karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (Mikronutrien). Contoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molibdenum.
Kekurangan nutrien di tanah atau media tempat tumbuhan hidup menyebabakan tumbuhan mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan tumbuhan menjadi tumbuh dan berkembang dengan tidak sempurna.
f.       Kelembapan
Kelembapan ada kaitannya dengan laju transpirasi melalui daun, karena transpirasi akan terkait dengan laju pengangkutan air dan unsur hara terlarut. Jika kondisi lembap dapat dipertahankan, akan banyak air yang diserap dan lebih sedikit yang diuapkan. Kondisi ini mendukung aktivitas pemanjangan sel sehingga sel-sel lebih cepat mencapai ukuran maksimum dan tumbuhan membesar.
Pertumbuhan pada tanaman melalui tiga tahap, yaitu perkecambahan, pertumbuhan primer, dan pertumbuhan sekunder.
Perkecambahan dimulai dengan masuknya air ke dalam biji dan berakhir masa dormasi pada biji atau ditandai dengan munculnya akar dan batang pertama kali. Perkecambahan dibedakan menjadi dua, yaitu perkecambahan hypogeal dan epigeal. Perkecambahan pada tanaman kacang hijau termasuk kedalam perkecambahan epigeal, yaitu pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebaban kotiledon dan plumula keluar ke atas tanah.
Kemudian, tahap pertumbuhan primer. Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan pada embrio, ujung batang, dan ujung akar. Selanjutnya, tahap pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder merupakan aktifitas kambium yang membentuk xylem sekunder dan floem sekunder.

IV.            ALAT DAN BAHAN
4.1        Alat
4.1.1      Cawan petri 2 buah
4.1.2      Penggaris
4.1.3      Alat tulis
4.2        Bahan
4.2.1     Air
4.2.2     Kacang hijau ( 20 biji )
4.2.3     Kapas 4 lembar

  V.            CARA KERJA
5.1        Siapkan alat dan bahan yang diperlukan ;
5.2        Masukkan kapas di dua buah cawan petri masing-masing 2 lembar;
5.3        Masukkan air ke dalam dua buah cawan petri hingga kapas terendam;
5.4        Menysusun kacang hijau di cawan petri dengan ketentuan :
·        Kacang hijau diletakkan di atas lembar kapas
·        Setiap satu lembar kapas di cawan petri di isi dengan lima biji kacang hijau sehingga satu buah cawan petri berisi sepuluh biji kacang hijau
·        Simpan kacang hijau dalam jarak yang tidak terlalu rapat dengan kacang lain agar pertumbuhannya lancar (tidak saling berdesakan)
5.5       Simpan dua buah cawan petri tersebut di tempat yang berbeda, yaitu di tempat yang terkena cahaya dan ditempat yang tidak terkena cahaya.
5.6       Amati lalu catat pertumbuhan dan perkembangannya setiap harinya ( 7 hari ).
VI.            HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1        Hasil
Data pertumbuhan dan perkembangan ( cahaya )
Hari 
Kacang hijau ke-
Keterangan
Pertumbuhan
Perkembangan
Rabu
1
-
Belum terlihat
2
-
Belum terlihat
3
-
Mulai merekah
4
-
Biji mengelupas
5
-
Biji mengelupas dari kulit
6
0,8
Sudah mulai tumbuh tunas
7
0,8
Sudah mulai tumbuh tunas
8
0,4
Sudah mulai tumbuh tunas
9
0,3
Sudah mulai tumbuh tunas
10
0,6
Sudah mulai tumbuh tunas
Kamis
1
-
Baru mulai merekah
2
-
Kacang hijau membesar, tapi belum merekah
3
0,7
Sudah mulai keluar dari kulit

4
2,8
Biji sudah lepas dari kulitnya, sudah berbentuk kecambah
5
2
Biji Sebagian  lepas dari kulitnya
6
2
Biji Sebagian  lepas dari kulitnya
7
3
Biji Sebagian  lepas dari kulitnya
8
2,8
Biji Sebagian lepas dari kulitnya
9
2
Sudah tumbuh akar namun akarnya tidak lurus
10
3
 Mulai tumbuh calon daun (plumula)
Jumat
1
0
Baru mulai merekah
2
0
Busuk
3
2
Akar bertumbuh panjang
4
4,5
Akar bertumbuh panjang, sudah tumbuh plumula
5
3
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang
6
4
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang ( plumula lebih besar dari hari sebelumnya )
7
4,3
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang ( plumula lebih besar dari hari sebelumnya )
8
7,3
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang ( plumula hampir menjadi daun )
9
2,8
Akarnya tidak lurus , pertumbuhaan plumulanya normal
10
6,8
Sudah ada plumula, akar bertambah panjang
Sabtu
1
LIBUR SEKOLAH
LIBUR SEKOLAH
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Minggu
1
LIBUR SEKOLAH
LIBUR SEKOLAH
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Senin
1
-
Busuk
2
-
Busuk
3
6
Sudah bertambah tinggi, kotiledon belum lepas, sudah berakar
4
29
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau)
5
22,5
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau)
6
28
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau)
7
26
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau) namun pucuknya masih terbungkus kulit kacang hijau
8
23,5
Akarnya bertambah banyak, batang bertambah panjang, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun (warna hijau) namun pucuknya masih terbungkus kulit kacang hijau
9
8
Sudah tumbuh tinggi namun tidak seperti pertumbuhan yang lainnya
10
-
busuk
Selasa
1
-
Mati
2
-
Mati
3
9
Kotiledon lepas
4
30
kotiledon lepas
5
23
Kotiledon belum lepas
6
29
Kotiledon sudah lepas semua
7
28
Kotiledon sudah lepas semua
8
25
Kotiledon sudah lepas
9
8,5
Busuk
10
-
Busuk



Data pertumbuhan dan perkembangan ( non cahaya )
Hari 
Kacang hijau ke-
keterangan
Pertumbuhan
perkembangan
Rabu
1
-
Baru mulai merekah
2
0,6
Sudah mulai tumbuh tunas
3
0,1
Sudah mulai tumbuh tunas
4
0,1
Sudah mulai tumbuh tunas
5
0,3
Sudah mulai tumbuh tunas
6
1
Sudah mulai tumbuh tunas
7
0,2
Sudah mulai tumbuh tunas
8
0,6
Sudah mulai tumbuh tunas
9
0,6
Biji keluar dari kulitnya
10
0,6
Tetap
Kamis
1
2,3
Sudah keluar akar
2
2,8
Sudah keluar akar
3
1,8
Biji belum terlepas
4
1,4
Biji belum terlepas
5
2
Biji belum terlepas
6
4
Biji belum terlepas tetapi biji berwarna merah keunguan
7
3
Biji sudah terlepas tetapi biji berwarna keunguan
8
-
Biji sudah terlepas tetapi biji berwarna keunguan
9
3,3
Biji sudah lepas dari kulitnya
10
-
Sebagian biji terkelupas dari kulit dan tidak mempunyai akar
Jumat
1
3,7
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon berwarna kuning
2
8
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon berwarna merah kekuningan
3
2
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon berwarna merah kekuningan
4
5
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon berwarna ungu
5
5,4
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon berwarna ungu
6
8
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon berwarna ungu
7
5,9
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon berwarna kuning
8
9
Akar bertambah panjang, tumbuh plumula (kuning), kotiledon berwarna ungu
9
-
Tidak bertunas, kotiledon berwarna kuning, tidak bertunas, dalamnya sedikit busuk
10
-
Tidak bertunas, kotiledon berwarna kuning, tidak bertunas, dalamnya sedikit busuk
Sabtu
1
LIBUR SEKOLAH
LIBUR SEKOLAH
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Minggu
1
LIBUR SEKOLAH
LIBUR SEKOLAH
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Senin
1
17,5
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun
2
30
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun
3
20
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun
4
24
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon sudah lepas, plumula sudah menjadi daun
5
23,5
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun
6
31,5
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun
7
27,,5
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun
8
26
Akar bertambah panjang, batang bertambah tinggi, kotiledon belum lepas, plumula sudah menjadi daun
9
-
Busuk
10
-
Busuk
Selasa
1
24
1 kotiledon lepas
2
27,5
1 kotiledon lepas
3
26
1 kotiledon lepas
4
31
1 kotiledon lepas
5
27
Kotiledon belum lepas
6
22,5
Kotiledon belum lepas
7
30
Kotiledon sudah lepas semua
8
28,5
Kotiledon sudah lepas semua
9
-
Busuk
10
-
Busuk

6.2        Pembahasan
Rata-rata pertumbuhan kacang hijau
Hari
Tempat
Cahaya
Non cahaya
Rabu
0,29
0,41
Kamis
1,83
2,06
Jumat
3,47
4,7
Sabtu
Libur
Libur
Minggu
Libur
Libur
Senin
14,3
20
Selasa
15,25
21,65
Dari hasil data tersebut, proses perkecambahan kacang hijau ditempat cahaya mengalami pertumbuhan yang sedikit lambat akan tetapi daunnya hijau
Dari hasil data tersebut, proses perkecambahan kacang hijau ditempat gelap mengalami pertumbuhan dengan cepat akan tetapi daunnya berwarna pucat atau kuning
Karena media pengamatan ditempatkan di laboratoriun biologi sekolah maka, dalam proses pengamatan, hari ke-4 dan hari ke-5 kami tidak melakukan pengamatan karena libur sekolah
VII.            KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan, tumbuhan kacang hijau di tempat gelap memiliki pertumbuhan lebih pesat dibandingkan tumbuhan kacang hijau yang berada di tempat terang. Faktor yang menyebabkan kecambah kacang hijau di tempat gelap lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan kecambah di tempat terang adalah adanya pengaruh dari hormon auksin. Jika terkena cahaya matahari, auksin menjadi tidak aktif. Kondisi fisiologis ini mengakibatkan bagian yang tidak terkena cahaya matahari akan tumbuh lebih cepat dari bagian yang terkena cahaya matahari. Tumbuhan yang tumbuh ditempat yang gelap akan tumbuh lebih cepat, namun dengan kondisi pucat, kurus, dan daunnya tidak berkembang (etiolasi). Keadaan ini terjadi akibat tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh di tempat yang terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relatif pendek, daun berkembang baik, dan berwarna hijau.
VIII.            DAFTAR PUSTAKA
Ferdinand, Fiktor.2009.Praktis Belajar Biologi 3.Yogyakarta:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.


No comments:

Post a Comment